Elanto 'Pengadang Moge' Unggah Video Dugaan Suap Polantas

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 05 Oct 2015 13:56 WIB
polisi indonesia
Elanto 'Pengadang Moge' Unggah Video Dugaan Suap Polantas
Cuplikan video yang diunggah Elanto Wijoyono di situs Youtube.

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Masih ingat dengan Elanto Wijoyono? Dia adalah aktivis yang mengadang konvoi motor gede (moge) di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Kali ini, dia membuat video tentang dugaan suap kernet truk pada polisi yang bertugas di Pos Polisi Pojok Beteng Wetan, Jalan Brigjend Katamso, Kota Yogyakarta. Video itu dia unggah ke Youtube dan menjadi gunjingan di sosial media.

Video berjudul Full Video Penyuapan Kenek Truk Kepala Oknum Polisi Jokteng Wetan #Jogja itu berdurasi 9.43 menit. Video diawali munculnya seorang kernet truk bermuatan berat mengenakan kaos biru menghampiri pos polisi. Hanya beberapa saat, kernet itu keluar dan ditanya pembuat video.

"Nyukani pinten, Pak? (Memberi berapa, Pak?)," kata pembuat video. Namun, kernet itu tak terlalu menghiraukan dan segera masuk truk untuk melanjutkan perjalanan.

Setelah itu, Elanto yang juga membuat video segera menuju ke dalam pos polisi. Ketika sudah berada di dalam, tampak tiga petugas kepolisian berjaga.

"Ngasih apa tadi Pak kondekturnya," kata pembuat video. 

"Nggak ngasih apa-apa?," jawab seorang polisi.

Berulang kali pembuat video menanyakan apa maksud ataupun yang dilakukan kernet itu. Namun tetap tak ada satupun yang memberi jawaban dengan serius menanggapi.

Ada yang sedang membaca koran, memainkan telepon seluler, dan seorang polisi memilih meninggalkan pos. Tindakan meninggalkan pos tersebut kemudian diikuti dua polisi lainnya.

Video tersebut diunggah Elanto pada Sabtu (3/10/2015). Hingga berita ini disusun, Senin (5/10/2015), video tersebut telah disaksikan 1.098 orang.

Ketika dikonfirmasi, Elanto Wijoyono membenarkan bahwa ia yang membuat video tersebut. "Benar saya yang membuat dan mempublikasikannya melalui medsos (media sosial) kemarin," ujar Elanto melalui pesan singkat.

Menurutnya, video tersebut menjadi pesan bagi publik agar tidak takut untuk mengabarkan dugaan praktik korupsi aparat negara ataupun pejabat publik, termasuk polisi. Ia berharap, tindak seperti itu bisa lebih banyak diikuti orang.

"Bukan untuk menuduh tapi untuk mencari konfirmasi dan mendorong adanya perubahan atau pembenahan sistem. Aksi kemarin sekaligus sebagai bentuk dukungan untuk masyarakat di seluruh Indonesia yang dikriminalisasikan oleh aparat ketika berupaya membuka fakta itu ke publik melalui medsos dengan gunakan jebakan UU ITE," tambahnya.






(SAN)