Harga BBM Belum Transparan

Annisa ayu artanti    •    Senin, 05 Oct 2015 16:20 WIB
bbm bersubsidi
Harga BBM Belum Transparan
Illustrasi. VITALIS YOGI TRISNA/ANTARA

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Eksektutif KPBB, Ahmad Safrudin mengungkapkan kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) premium tidak transparan.

"Kebijakan harga jadi problem lama karena menurut kami tidak transparan sehingga dari waktu ke waktu jadi problema dari penetapan itu," kata Ahmad dalam media briefing di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Ia menuturkan ketidaktransparanan itu ada pada penetapan harga, kualitas harga, kualitas emisinya, dan traffic management. Di Asia Tenggara contohnya, bila berdasarkan standar BBM euro Indonesia sangat tertinggal dibandingkan dengan dengan negara Asia lainnya.

"Di Asia Tenggara kita tertinggal Thailand memimpin sudah 1997 masuk euro 2, Indonesia 10 tahun kemudian, pada 2007," ujar dia.

Sedangkan, negara lainnya seperti Malaysia bisa masuk ke standar euro 4 pada 2014 lalu dan. Bisa menjual BBM dengan kadar Research Octane Number 95 dengan harga Rp7.000 sampai Rp7.500. Lalu Vietnam, juga masuk standar euro 4 pada tahun 2014. Singapura melompat, 2014 lalu langsung masuk standar euro 5.

"Indonesia masuk euro 2 tahun 2007, sekarang belum ada niat untuk euro4," ungkap dia.

Untuk ketransparanan emisi juga belum ada. Keberadaan Premium ini memiliki tingkat kadar emisi yang tinggi, sulfur dan juga belerang.

"Kadar belerang tinggi bisa terkena asma, ispa, kanker, karena ada partikel debu ada sulur dioksida. Kadar belerang masih tinggi, kalah dengan Afrika dan Amerika Latin," jelas dia.


(SAW)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

20 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA