Pasutri Dokter Gadungan Tipu Calon Pendonor Ginjal

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 05 Oct 2015 17:31 WIB
kriminalitas
Pasutri Dokter Gadungan Tipu Calon Pendonor Ginjal
Tersangka dokter gadungan di Mapolresta Yogyakarta. (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta menangkap pasangan suami-istri, Melinda Angry Jaya, 30, dan Chamdan Abdillah, 23, yang menyamar sebagai dokter gadungan dengan menipu seseorang yang hendak mendonorkan ginjal. 

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kombes Pol Heru Muslimin menerangkan, kejadian itu bermula saat Melinda dan Chamdan bertemu seseorang bernama Ana Pramulia Perdana, 24 tahun, warga Purworejo, Jawa Tengah.

Kepada pasutri tersebut, Ana mengatakan niatnya mendonorkan ginjal untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengambil ijazah.

Mendengar ucapan Ana, lanjut Heru, Melinda kemudian mengaku sebagai dokter. Dia mengganti namanya jadi Shella Elpridana Simanulung. Sementara Chamdan mengaku sebagai dokter Yustinus Rici Setyawibawa.

Kedua dokter gadungan itu menyatakan siap membantu dengan uang pengganti donor ginjal Rp400 juta.

"Pelaku mengaku sebagai mahasiswa kedokteran dari kampus negeri di Yogyakarta yang sedang melakukan praktik," ujar Heru di Mapolresta Yogyakarta, Senin (5/10/2015).

Setelah sepakat, mereka menandatangani surat perjanjian tertanggal 23 Agustus. Namun, beberapa minggu berjalan, korban merasa aneh lantaran selalu dimintai uang secara bertahap oleh pelaku.

"Donor belum terlaksana, korban sudah mengeluarkan uang hingga Rp7 juta. Lalu, korban melapor ke polisi," ucap Heru.

Dari laporan itu, polisi bersama korban kemudian menemui pelaku yang sudah berjanji mengambil uang. "Kami menangkap bersamaan korban yang sudah membuat janji di Jalan Andong, Mandala Krida, Kota Yogyakarya," tambahnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan surat perjanjian donor ginjal, satu plastik berisi obat sembilan butir pil warna putih, dan satu kemasan obat berisi dua pil warna kuning.

Atas ulahnya, pasutri tersebut dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. Namun, tindakan berbeda akan dikenakan kepada Melinda. Sebab, perempuan itu sedang memiliki anak ketiga yang kini baru berusia tiga minggu.

"Pelaku yang bernama Melinda punya anak ketiga yang baru tiga minggu. Kepada sang ibu, kami berlakukan pembantaran penahanan karena sisi kemanusiaan," ungkapnya.


(SAN)