Pakar: Komentar Komisioner KY Bukan Atas Nama Pribadi

Meilikhah    •    Senin, 05 Oct 2015 18:02 WIB
sarpin rizaldi
Pakar: Komentar Komisioner KY Bukan Atas Nama Pribadi
Taufiqurrahman Sahuri. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pakar Hukum Administrasi Negara Ridwan HR memberikan keterangan tertulis soal kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Komisioner Komisi Yudisial Taufiqurrahman Sahuri.

"Keterangan sudah saya buat tertulis karena biar simpel, sekitar sembilan halaman. Kalau dituliskan salah persepsi kecil kemungkinan," kata Ridwan, di Gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015).

Keterangan Ridwan diharapkan bisa meringankan Taufiq. Ridwan berpendapat, komentar Taufiq soal putusan praperadilan Komjen Budi Gunawan bukan atas nama pribadi.

Sebab, saat memberikan pernyataan Taufiq masih terikat pada jabatan sebagai Komisioner Komisi Yudisial. "Beliau sebagai juru bicara tentu tidak atas nama pribadi. Masalah hukum pidana atau tidak itu di luar kapasitas saya," katanya.

Menurut Ridwan, dalam pandangan administrasi ada dua pertanggung jawaban yang dibebankan kepada pejabat negara yakni secara pribadi dan lembaga yang terikat pada jabatan. Dalam hal ini, dia memandang Taufiq tak berkomentar secara pribadi.

"Intinya hal administrasi ada dua pertanggung jawaban. Ada dibebankan jabatan ada pribadi. Seorang pejabat atas jabatan itu ada pada jabatan. Kalau yang bersangkutan melakukan kesalahan pribadi maka itu pribadi," jelasnya.

Hakim Sarpin Rizaldi melaporkan Komisioner KY Taufiqurrahman Sahuri dan Suparman Marzuki dengan dugaan pencemaran nama baik ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut terkait komentar keduanya atas sikap hakim Sarpin saat memutus praperadilan Komjen Budi Gunawan.


(TRK)