KPU Nilai Anggaran Tiga Daerah Paslon Tunggal Cukup

Dheri Agriesta    •    Senin, 05 Oct 2015 19:12 WIB
pilkada serentak
KPU Nilai Anggaran Tiga Daerah Paslon Tunggal Cukup
Hadar Nafis Gumay. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum menjamin dana yang dimiliki tiga daerah yang akan menggelar pilkada dengan hanya satu pasangan calon cukup. Tidak perlu penambahan dana untuk tiga daerah itu.  

"Anggaran kayanya tidak ada yang perlu ditambah, kalau saya mendengar cerita mereka, cuma penurunan anggaran kan baru dilakukan sebagian, ini yang akan dibicarakan dengan pemerintah daerah," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2015).

Hadar mengatakan, beberapa daerah justru merasa anggaran yang tersedia terlalu banyak. "Seperti Kabupaten Tasikmalaya, yang memiliki anggaran untuk empat pasang calon sekarang hanya memiliki satu pasangan calon," ujar Hadar.

KPU Tasikmalaya pun meminta untuk menata kembali anggaran ini. Tapi, karena waktu mepet, KPU menilai, penataan itu tak perlu dilakukan. 

"Toh kalau nanti sisa, itu juga dikembalikan, kan aturan mainnya begitu," kata Hadar.

Hal yang sama disampaikan Komisioner KPU Arif Budiman yang merasa daerah tak perlu mengoreksi anggaran yang sebelumnya telah diprediksi. Sebab, anggaran yang tak terpakai akan dikembalikan ke kas daerah setelah dilakukan pertanggung jawaban.

Arief mengatakan, pencairan tahap kedua tak perlu dilakukan jika daerah telah memiliki anggaran dana yang cukup. KPU tak bisa memukul rata karena setiap daerah memiliki tahapan pencairan berbeda.

"Tiap daerah kan beda-beda. Ada daerah yang tahap pencairan pertamanya dicairkan 40 persen, ada yang dicairkan 70 persen. Blitar misalnya, sudah cukup banyak, kalau dihitung misalnya harus ada koreksi, saya usulkan tidak usah dikoreksi. Tapi pencairan tahap kedua itu kemudian tidak dicairkan kalau memang tahap pertama sudah tidak cukup, tapi kalau tidak cukup tetap harus dicairkan tepat waktu, karena kalau enggak itu akan tergabung," kata dia.

Tiga daerah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat; Kabupaten Blitar, Jawa Timur; dan Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur akhirnya menyelenggarakan pilkada meski hanya diikuti satu pasangan calon. Ini setelah Mahkamah Konstitusi membolehkan daerah yang hanya diikuti satu pasangan calon menyelenggarakan pilkada. 


(KRI)