Dokumen Terselip, Alasan Teten Telat Serahkan LHKPN

Desi Angriani    •    Senin, 05 Oct 2015 21:07 WIB
lhkpn
Dokumen Terselip, Alasan Teten Telat Serahkan LHKPN
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki/ANT/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengakui dirinya belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). LHKPN akan diserahkan pekan ini.

"Iya pekan ini, dua hari lagi lah, sedang disiapkan," kata Teten kepada Metrotvnews.com, di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Senin (5/10/2015).

Teten mengaku sudah menghubungi Pelaksana Tugas KPK Johan Budi terkait keterlambatan dirinya menyerahkan LHKPN. Dokumen-dokumen yang diperlukan, kata Teten sempat hilang saat jabatan anggota tim komunikasi berubah menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

"Saya sudah sampaikan ke Johan Budi kalau dokumen keselip waktu pindahan. Katanya enggak ada masalah," ungkap Teten.

Sebelumnya, KPK menegur menteri baru hasil reshuffle dan para komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka diminta segera sampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Sampai saat ini, baru Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menyampaikan LHKPN ke KPK pada Senin 28 September kemarin. Dia meminta pejabat lain segera menyusul.

"Kami mengimbau kepada menteri yang baru dilantik, tak hanya menteri tapi jabatan-jabatan yang harus lapor, seperti komisaris BUMN," kata Johan, Kamis (1/10/2015).

Pada 12 Agustus lalu, Presiden Joko Widodo merombak enam menteri. Presiden kemudian mengangkat Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menko Polhukam, Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman, Sofyan Djalil sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas, Thomas Lembong sebagai Menteri Perdagangan, dan Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet.


(OJE)