Penyidik Bantah Denny Indrayana Ajukan Lima Saksi Tambahan

Meilikhah    •    Senin, 05 Oct 2015 21:18 WIB
payment gateway
Penyidik Bantah Denny Indrayana Ajukan Lima Saksi Tambahan
Mantan Wakil Menkumham Denny Indrayana/Metrotvnews.com/Meilikhah

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dirtipikor) membantah pernyataan Denny Indrayana yang meminta tambahan pemeriksaan saksi meringankan dari lima orang ahli Senin 5 Oktober siang. Permintaan menambah lima orang saksi ahli itu terkait kasus dugaan korupsi pembayaran paspor online atau payment gateway yang menyeret nama mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM.

"Enggak ada permohonan pemeriksaan saksi ahli tadi," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kombes Pol Djoko Poerwanto di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2015).

Djoko mengatakan, kedatangan Denny siang tadi adalah hendak meminta izin kepada penyidik untuk bepergian keluar negeri dalam rangka hendak mengajar di Universitas Melbourne, Australia. Namun permohonan itu ditolak.

"Denny datang ke sini mengajukan surat izin permohonan mengajar ke Melbourne University, selaku profesor bidang Fisip," ujaf Djoko.

Permintaan tersebut berkaitan dengan habisnya masa cekal Denny Indrayana yang habis pada awal Oktober. Namun, Djoko menegaskan telah mengajukan perpanjangan masa cekal ke pihak imigrasi agar Denny tak bepergian keluar negeri selama penyidikan berlangsung.

"Masa cekal atau cegah Denny itu sebetulnya sudah habis 1 Oktober 2015, tetapi pada 28 September 2015 lalu sudah kami minta diperpanjang masa cegahnya ke imigrasi. Karena ini berkas perkaranya belum lengkap," tukasnya.

Sebelumnya, Denny mengaku datang ke Bareskrim untuk mengkonfirmasi ke penyidik apakah permintaan tambahan saksi ahli itu diterima atau tidak (baca: Denny Indrayana Minta Penyidik Periksa Lima Ahli Tambahan). Ia datang ke Bareskrim tanpa ditemani kuasa hukum.


(OJE)