Demokrat Minta Pemerintah Buka Diri soal Penanganan Asap

K. Yudha Wirakusuma    •    Selasa, 06 Oct 2015 08:04 WIB
kabut asapasap
Demokrat Minta Pemerintah Buka Diri soal Penanganan Asap
Ilustrasi-- Kabut asap yang belum ada tanda-tanda sirna dari Kota Jambi. Malah kepekatannya kian hari kian membahyakan kesehatan warga--MI/Solmi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah diharapkan dapat berkoordinasi dengan pimpinan negara tetangga, untuk penanganan kasus kabut asap. Sebab dampak kabut asap saat ini sangat mengkhawatirkan.

"Karena ini dampaknya sudah sangat meluas, Malaysia, Singapura dan terakhir sudah sampai ke Thailand ini sangat buruk," ujar Juru Bicara Partai Demokrat, Imelda Sari, Senin (5/10/2015).

Pemerintah juga dapat menggunakan forum ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster managemen (AHA) untuk mengoptimalkan penanganan bencana asap ini.

"Pemerintah tidak bisa lagi menangani bencana ini sendirian, harus koordinasi bisa menggunakan AHA di Asean. Indonesia harus membuka diri tidak perlu malu menerima bantuan dari negara tetangga," terangnya.

Imelda menuturkan bencana kabut asap yang terjadi saat ini adalah yang terparah sejak tahun 1997. Sebab asap kebakaran hutan di Indonesia terakhir kali sampai ke Thailand pada tahun 1997.

"Banyak sekali kerugian yang sudah diderita bukan cuman soal frekwensi penerbangan, tapi ganguan pernafasan dan distribusi bahan pokok juga sudah lama dirasakan warga di Sumatera," terangnya.


(YDH)