Industri Otomotif

Mengenal Lebih Jauh Perkembangan Kendaraan Listrik Dunia

Ainto Harry Budiawan    •    Rabu, 07 Oct 2015 12:38 WIB
industri otomotif
Mengenal Lebih Jauh Perkembangan Kendaraan Listrik Dunia
Teknologi electric vehicle kini makin beragam. Alternative Energy

Metrotvnews.com, Jakarta: Perkembangan teknologi otomotif semakin pesat, bukan hanya pengembangan teknologi keselamatan dan fitur unik lainnya, tapi termasuk perkembangan jenis sumber penggerak mobil.

Selain mobil konvensional dengan mesin bakar biasa, sekarang sudah mulai banyak electric vehicle (EV). Tidak selalu murni bertenaga listrik, tapi ada juga yang memadukan keduanya.

"Saat ini ada empat jenis EV. Pertama Hybrid Electric Vehicle (HEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Extended Range Electric Vehicle (EREV)," papar Yong-Geun Kim, Ketua Organisasi Industri Otomotif Dunia.

Jika dijabarkan, HEV adalah mobil yang gunakan mesin bakar dan motor listrik. Contohnya sudah banyak, salah satunya adalah Toyota Prius.

Lalu mobil dengan teknologi BEV menggunakan motor listrik yang sumber tenaganya dari baterai. Dan baterai bisa diisi ulang dengan sumber eksternal. Contohnya ada Tesla.

Kemudian PHEV sama seperti HEV yang menggunakan mesin bakar dan motor listrik, tapi pengisian daya baterai melalui sumber eksternal. Salah satu contohnya ada Mitsubishi Outlander PHEV.

Sementara EREV penggabungan dari plug-in battery dan motor listrik. Namun juga dilengkapi mesin bakar untuk menambah daya jelajahnya. Contohnya Chevrolet Volt.

Menurut Kim, ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari EV. Untuk nilai plusnya, mobil lebih rendah emisi, menggunaan energi yang terbarukan saat pengereman dan meningkatkan akselerasi dengan torsi maksimum saat awal berjalan.

"Tapi kekurangan yang jadi tantangan para teknisi produsen otomotif seperti jarak tempuh yang relatif pendek, khusus untuk yang tanpa mesin bakar, harga material yang relatif tinggi mebuat harga unit mobil lebih mahal, infrastruktur pendukung masih minim dan bobot mobil lebih berat," sambung Kim.

Untuk  membantu meningkatkan populasi EV, sejumlahnegara telah memberikan aturan yang mendukung penggunaan mobil ini. Seperti memberi subsidi dan membangun fasilitas pengisian listrik.

Pertumbuhan penjualan EV pun terus meningkat dalam kurun waktu tiga tahun (2012-2014). Tahun 2012, total 1,57 juta unit, tahun 2013 meningkat jadi 1,68 juta unit dan tahun 2014 melonjak signifikan jadi 2,72 juta unit.

"Jepang jadi negara terbanyak penggunaan mobil EV, dengan 1 juta mobil terdaftar pada 2014. 970 ribu diantaranya berjenis HEV dan sisanya gabungan BEV dan PHEV," terang pria berkacamata tersebut.

Amerika masih jadi negara dengan penjualan EV terbanyak, dengan 580 ribu mobil terdaftar pada 2014. Terdiri dari 460 ribu HEV dan 120 ribu BEV dan PHEV. Target 1 juta unit populasi mobil EV pada 2015.

Disusul Eropa dengan 300 ribu unit pada 2014, terdiri dari 200 ribu HEV dan 100 ribu gabungan BEV dan PHEV. Bahkan negara Eropa berencana menginvestasikan 5 milliar Euro untuk membangun stasiun pengisian listrik.

Sementara itu Cina memiliki 70 ribu mobil EV, disusul Korea dengan 30 ribu mobil EV. Penggunaan kendaraan EV mulai digalakkan pada dua negara tersebut, dengan pemberian insentif.

Sedangkan Indonesia penggunaannya masih sangat minim, terlebih karena tidak ada insentif dan dukungan dari pemerintah sendiri. Sehingga harga jual mobil EV terlalu tinggi, rata-rata melebihi Rp500 juta.


(UDA)

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

15 minutes Ago

KPK akan menghadirkan tiga ahli dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan …

BERITA LAINNYA