Pembunuhan Anak dalam Kardus

Pemerintah Didesak Bentuk Satgas Perlindungan Anak

Wanda Indana    •    Selasa, 06 Oct 2015 15:06 WIB
mayat bocah dalam kardus
Pemerintah Didesak Bentuk Satgas Perlindungan Anak
Dewan Konsultatif Nasional Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi (batik). (Foto:MTVN/Wanda Indana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah diminta membentuk Satuan Tugas Perlindungan Anak. Pembentukan satgas mendesak untuk menekan angka kekerasan pada anak.
 
Dewan Konsultatif Nasional Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi mengatakan, polisi, KPAI, dan Kementerian Perlindungan Anak tidak cukup untuk melindungi anak dari predator seksual anak.
 
"Salah satu yang selalu kita kampanyekan, membentuk satuan tugas perlindungan anak di tingkat RT dan RW," kata Seto di rumah korban pembunuhan anak PNF, Jalan Peta Barat RT 06 RW07, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (6/10/2015).
 
Menurut Kak Seto, setiap anak hidup di lingkungan yang tidak memiliki jaminan bebas dari kekerasa dan pelecehan seksual. Satgas Anak dapat membantu melindungi mereka dari potensi kekerasan anak yang banyak berasal dari orang terdekat.
 
"Tetangga, warga adalah ujung tombak yang bisa menggagalkan setiap tindak kejahatan terhadap putra-putri," katanya.
 
Terkait kasus pembunuhan dan pelecehan seksual anak, PNF, bocah kelas dua SD yang ditemukan tewas terbungkus kardus di Jalan Sahabat RT/RW 05/06 Kalideres, Jakarta Barat, pihaknya akan melakukan bantuan asistensi berupa pendampingan.
 
"Saya kira semua kerja sama dengan kepolisian memberikan pendampingan terpadu dan tidak sepotong-sepotong di bawah bimbingan Mabes Polri," ujar Kak Seto.
 
Pendapampingan harus dilakukan hingga kondisi kejiwaan keluarga stabil dan pelaku tertangkap. "Sampai tuntas, sampai keluarga korban khususnya ibu korban sehat dan percaya diri. Masyarakat harus awasi betul, jangan ada kekerasan yang membuat anak-anak lari dan menjadi mangsa empuk predator seksual," katanya.


(FZN)