Pembunuhan Anak dalam Kardus

Psikologis Ibu PNF Terganggu dan Tak Mau Makan

Wanda Indana    •    Selasa, 06 Oct 2015 15:09 WIB
mayat bocah dalam kardus
Psikologis Ibu PNF Terganggu dan Tak Mau Makan
Kadiv Humas polri Irjen Anton Charli (kiri). (Foto:MTVN/Wanda Indana)

Metrotvnews.com, Jakarta: Psikologis Ida Fitryani, 33, ibu korban pembunuhan dan pelecehan seksual di Kalideres PNF, 9, mulai terganggu. Ida belum pernah makan sejak anaknya ditemukan tewas terbungkus kardus.
 
"Semenjak kejadian, ibunya belum makan, mungkin perlu diinfus. Demikan juga kejiwaan dan psikologisnya juga perlu penanganan khusus," kata Kadiv Humas polri Irjen Anton Charli saat mengunjungi rumah duka di Jalan Peta Barat RT06 RW07, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (6/10/2015).
 
Psikologis Ida semakin terganggu ketika rombongan Mabes Polri dan Komisi Nasional dan Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyambangi rumah duka. Dia kaget, melihat kerumunan orang ke rumahnya.
 
Saat didekati Irjen Anto, Ida tampak memalingkan dan menutup wajahnya. Sorotan lampu kamera wartawan yang tengah meliput semakin membuat Ida takut. Belum lagi, dari luar rumah, ratusan tetangga Ida mengerumuni rumahnya‎ sambil mengintip kondisi Ida.
 
"Perlu penanganan khusus, terutama ibunya. Demikian juga, anaknya yang pertama, Habib juga cukup sedih yang mendalam," kata Anton.
 
Pihaknya telah menyediakan tim psikologis gabungan dari Mabes Polri dan KPAI. Tim psikologis, kata dia, akan membantu memulihkan kejiwaan ibu korban dan keluarga.
 
"Tim masih di dalam untuk mendalami, melakukan terapi dan hal-hal yang perlu dilakukan. Sekarang tidak cukup hanya berbicara tapi apa yang bisa kita lakukan untuk membantu keluarga korban," tegas dia.
 
Mayat PNF ditemukan dalam kondisi mengenaskan dalam kardus di Kampung Belakang Jalan Sahabat RT06/05 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat 2 Oktober, sekitar pukul 22.30 WIB.
 
Bocah kelas 2 SD itu didapati mengeluarkan darah pada bagian kemaluan dan mulut. Tangan dan kaki Putri, juga diikat lakban warna coklat tanpa mengenakan pakaian. Badan putri juga dalam posisi ditekuk.


(FZN)