BNPB Akui Penanggulangan Kebakaran Hutan Lamban

Ilham wibowo    •    Selasa, 06 Oct 2015 15:11 WIB
BNPB Akui Penanggulangan Kebakaran Hutan Lamban
Kepala BNPB Willem Rampangilei--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Asap pekat masih mengepung Sumatera dan Kalimantan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengakui, penaggulangan kebakaran lahan dan hutan saat ini berjalan lamban.

"Memang benar kita menggunakan cara tradisional dan tidak elok, tapi kita perlu berbicara soal peralatan dalam kasus itu," kata Willem di Graha BNPB, Jalan Pramuka Kav. 38, Jakarta Timur, Selasa (6/10/2015).

Willem menjelaskan, tidak semua lokasi kebakaran bisa dijangkau dengan peralatan yang ada saat ini. Seperti mobil pemadam kebakaran misalnya, tidak mungkin bisa masuk ke lokasi kebakaran akibat lahan gambut yang dalam.

"Sementara water bombing pun akan sulit seandainya helikopter pembawa airnya tertahan oleh asap. Ada jarak yang harus diperhitungkan saat melepas air dari udara ke lahan kebakaran agar tidak cepat menguap," ujar Willem.

Menurut Willem, jarak ideal untuk menjatuhkan air adalah 100 meter dari permukaan tanah. Tapi, jarak itu sulit karena harus berhadapan dengan panas dari lahan yang terbakar.

Sementara itu, masyarakat yang belum sadar dan terus membakar lahannya menjadi kendala lain yang menyebabkan bencana asap ini masih terjadi.

"Maka dari itu tugas TNI dan tim lain di lapangan bukan hanya memadamkan tapi juga memberikan pengetahuan agar masyarakat tidak lagi melakukan pembakaran," ujarnya.
(YDH)

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

KPK Hadirkan Tiga Ahli di Praperadilan Novanto

16 minutes Ago

KPK akan menghadirkan tiga ahli dalam lanjutan sidang praperadilan Setya Novanto di Pengadilan …

BERITA LAINNYA