Kepala BNPB: Masyarakat Masih Suka Melakukan Pembakaran Lahan

Ilham wibowo    •    Selasa, 06 Oct 2015 16:04 WIB
kabut asapkebakaran hutanasap
Kepala BNPB: Masyarakat Masih Suka Melakukan Pembakaran Lahan
Kepala BNPB Willem Rampangilei--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabut asap masih menyelimuti sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan. Penyebabnya, masih ada masyarakat yang membakar lahan dengan sengaja.

"Itu kendalanya masyarakat masih suka membakar dan masih melakukan pembakaran, terjadi pembakaran baru. Lahan sudah padam dibakar lagi," tutur Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (6/10/2015).

Willem menjelaskan, masyarakat melakukan pembakaran untuk membuka lahan secara mudah, murah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. "Memanfaatkan momen El Nino untuk melakukan pembakaran dengan cepat, mudah, efektif dan tanah jadi subur. Itu yang mendorong orang melakukan itu (pembakaran)," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho pernah menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan dilakukan secara sengaja. Unsur kesengajaan tak lain lantaran alasan ekonomi.

"Biaya pembukaan lahan dengan cara bakar hanya butuh Rp600.000 hingga Rp800.000 per hektare, sedangkan tanpa bakar biayanya Rp3,4 juta per hektare," tutur Sutopo.

Sutopo mengatakan kebakaran hutan yang disengaja ini dilakukan oleh kelompok yang terorganisir dalam bentuk koperasi untuk membuka kebun kelapa sawit baru yang mudah dan murah. Ini dilakukan dengan memanfaatkan konflik penguasa adat dan pemerintah.

"Perusahaan tidak ada yang mengakui membakar dan tidak mampu menangani kebakaran di arealnya karena minimnya peralatan," tuturnya.

Sutopo menduga kesengajaan ini ada hubungannya dengan pembalakan dan pembukaan lahan untuk permukiman liar. Areal yang dibakar jauh dari permukiman karena pengawasannya lemah.

"Mereka melakukan saat musim kering. Dimulai dengan membakar ranting-ranting yang ada. Membakar dengan ban bekas dipotong-potong diberi minyak lalu dibakar. Setelah dibakar lalu ditinggalkan. Waktu membakar pagi hingga sore hari," tuturnya.


(YDH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

4 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA