Dinas Pajak Banyak `Pemain`, Ahok Mau Wajib Pajak Bayar ke Bank

Intan fauzi    •    Selasa, 06 Oct 2015 17:34 WIB
pajak hiburan
Dinas Pajak Banyak `Pemain`, Ahok Mau Wajib Pajak Bayar ke Bank
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Antara/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewacanakan perubahan proses pembayaran pajak. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ingin warga bayar pajak lewat bank, bukan ke Dinas Pelayanan Pajak DKI.
 
Ahok ingin pemilik restoran maupun hotel menyetorkan pajak melalui rekening bank. Bank yang ditunjuk akan memeriksa apakah restoran atau hotel tersebut menjalankan kewajibannya.
 
"Saya mau wajib pajak tidak bertemu langsung dengan Dinas Pelayanan Pajak. Pemilik restoran, hotel, bayar pajak melalui rekening bank, biar bank yang periksa," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2015).
 
Menurut Ahok, banyak pegawai Dinas Pelayanan Pajak bermain dengan pengusaha untuk memanipulasi pajak. "Harusnya (Dinas Pajak) kirim surat 'eh belum bayar', kalau dia (wajib pajak) merasa sudah bayar, bawa buktinya. Kalau sekarang enggak, petugas pajak datang menemui, kamu belum bayar, terus sogok kongkalikong," terang Ahok.
 
Ahok ingin ada pembuktian terbalik. Pemilik usaha harus bisa membuktikan berapa banyak tamu mereka. Jika tak sesuai pajak yang dibayarkan, Ahok tak sungkan menutup usaha itu.
 
"Saya mau pembuktian terbalik, kamu bayar pajak Rp20 juta per bulan, ternyata kewajibannya Rp50 juta. Saya kirim surat kamu kurang bayar Rp30 juta. Kalau mereka tidak terima, kami bisa cek bukti transaksi restoran atau hotelnya melalui bank," ujarnya.
 
Ahok berambisi memecat banyak PNS DKI di Dinas Pelayanan Pajak. Sebab banyak oknum yang bermain. "Saya mungkin akan pecat banyak orang pajak. Mereka yang masalah dikeluarkan saja," kata Ahok.


(FZN)