Dituding Gempur Situs UNESCO, Kemenhan Rusia Marah-Marah

Willy Haryono    •    Selasa, 06 Oct 2015 23:09 WIB
isis
Dituding Gempur Situs UNESCO, Kemenhan Rusia Marah-Marah
Kota kuno Palmyra di Suriah. (Foto: AFP / CHRISTOPHE CHARON)

Metrotvnews.com, Moskow: Kementerian Pertahanan Rusia membantah keras adanya laporan yang menyebut pesawat jet tempur Negeri Beruang Merah mengenai beberapa titik kota kuno Palmyra di Suriah, Selasa (6/10/2015).

"Semua laporan media asing bahwa pesawat Rusia menggempur kota Palmyra adalah kebohongan absolut," ujar Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara Kemenham Rusia, seperti dikutip kantor berita TASS. 

"Pesawat kami di Suriah tidak menghantam area padat penduduk, terutama yang ada monumen arsitekturnya," sambung dia. 

Saluran televisi milik pemerintah Suriah dan grup pemantau melaporkan adanya serangan udara Rusia di Palmyra, yang merupakan salah satu situs warisan budaya UNESCO. 

Kantor berita SANA menyebut serangan itu menghancurkan 20 kendaraan dan tiga gudang senjata kelompok militan Islamic State (ISIS) di Palmyra. Sementara di Aleppo, misil jet Rusia menghantam kota Al-Bab dan Deir Hafer. 

Sementara menurut grup Syrian Obvervatory for Human Rights, serangan Rusia di Palmyra menewaskan 15 militan ISIS. 

"Ini adalah serangan terdahsyat Rusia di Palmyra," ujar kepala Observatory Rami Abdulrahman. "Jet Rusia melancarkan sedikitnya 34 serangan udara dalam 24 jam terakhir," sambung dia. 

Rusia melancarkan serangan udara pertamanya di Suriah pada 30 September. Presiden Vladimir Putin menegaskan serangan ini adalah kontribusi untuk mengalahkan ISIS. Namun beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat, menilai langkah Putin hanya untuk menghabisi musuh-musuh Presiden Bashar al-Assad. 


(WIL)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

56 minutes Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA