Terima PMN, Primus Yustisio Ibaratkan BUMN Seperti Kaum Duafa

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 07 Oct 2015 00:28 WIB
dpr ads
Terima PMN, Primus Yustisio Ibaratkan BUMN Seperti Kaum Duafa
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PAN, Primus Yustisio--MI/Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi VI DPR Fraksi PAN, Primus Yustisio mengkritisi sikap perusahaan BUMN yang menerima suntikan dana dari pemerintah dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN). Bahkan, Primus mengibaratkan perusahaan BUMN itu dengan kaum duafa, karena terus mendapatkan suntikan PMN tiap tahunnya.

"Ingat hari ini, posisi Anda (BUMN) tidak terhormat di mata saya. Karena Anda kaum duafa yang menerima subsidi dari negara. Mohon Maaf," kata dia saat Rapat Kerja Komisi VI DPR dengan Kementerian BUMN, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2015).

Politikus yang sebelumnya merupakan aktor ini berpendapat, selama ini BUMN memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan negara dari pajak, dividen dan sebagainya. Tapi kini, posisi mereka berubah menjadi penerima subsidi anggaran negara.

"Sekarang BUMN kita menjadi penerima subsidi dari negara. Misalnya saya yang biasanya mengeluarkan zakat mal setiap tahun, kini saya jadi penerima zakat atau kaum mustahik," sindir Primus.

Lebih jauh, dirinya mengimbau agar perusahaan BUMN yang telah direstui mendapat PMN dengan besaran mencapai Rp34 triliun, untuk menggunakan uang rakyat tersebut dengan sebaik-baiknya. Apalagi, dalam kurun waktu setahun Rini Soemarno memimpin Kementerian BUMN, negara sudah menyuntikkan puluhan triliun kepada puluhan perusahaan pelat merah tersebut.

"Usia Ibu Menteri BUMN genap satu tahun pada 20 Oktober mendatang. Dan dalam satu tahun ini, negara ini sudah menyuntikkan PMN hampir Rp80 triliun. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya, jadi jangan sampai PMN ini disalahgunakan," imbuh Primus.


(AZF)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

11 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA