Usai Melayat, Gayus Kembali ke Tahanan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 07 Oct 2015 03:51 WIB
gayus tambunan
Usai Melayat, Gayus Kembali ke Tahanan
Seorang wartawan memerlihatkan foto terpidana pajak Gayus Halomoan Tambunan yang beredar di media sosial, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/9/2015). Foto: Agus Bebeng/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang Gayus Tambunan dipastikan langsung kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Jawa Barat, usai melayat ayahnya di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Gumilar mengatakan pihaknya hanya mengizinkan Gayus keluar lapas selama 20 menit untuk melihat jasad sang ayah.

"Dia sudah melihat orang tuanya, lihat ayahnya yang sudah di dalam peti," kata Gumilar saat dihubungi, Selasa (6/10/2015).

Setelah melayat, mantan pegawai Dirjen Pajak ini lamgsung kembali digiring ke dalam lapas oleh petugas dari anggota Brimob sebanyak lima orang dan petugas Lapas Gunung Sindur sebanyak dua orang.

Minimnya izin yang diberikan kepada Gayus, kata dia agar peristiwa beberapa waktu lalu tak kembali terulang. Ketika itu, Gayus berulah dengan makan siang di sebuah restoran usai mengahadiri sidang perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Timur.

Akibat peristiwa itu pula, Gayus dipindahkan dari Lapas Sukamiskin ke Lapas Gunung Sindur dengan alasan keamanan. Lapas Gunung Sindur dinilai lebih ketat pengamanannya ketimbang Lapas Sukamiskin.

"Ini hanya 20 menit saja, karena kita tidak juga mau terulang (Gayus keluar lapas makan di restoran)," tukas dia.

Lebih lanjut, kata Gumilar rencananya jasad ayahnya akan dimakamkan di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

"Katanya besok jenazah mau di bawa ke Tarutung untuk dimakamkan di sana," kata Gumilar.

Gayus adalah terpidana kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang. Ia juga bersalah karena memalsukan paspor dan menyuap penjaga tahanan agar bisa keluar penjara.

Mahkamah Agung menghukum Gayus 12 tahun penjara karena korupsi. Dalam kasus pemalsuan paspor, ia dihukum dua tahun. Ia juga divonis delapan tahun karena menggelapkan pajak PT Megah Citra Raya.

Kemudian, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Gayus enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar atas perkara menerima gratifikasi, kepemilikan uang USD659.800 dan 9,68 juta dolar Singapura, serta menyuap petugas Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Gayus dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat. Pertimbangannya, pengamanan di LP Gunung Sindur lebih ketat.

Petugas membawa Gayus menggunakan mobil Toyota Innova hitam. Tangannya terborgol. 10 petugas bersenjata lengkap dari Polrestabes Bandung mengawal perjalanan ke Gunung Sindur.


(AZF)