Kemendagri Ingin Pemilu 2019 Menggunakan Sistem E-Voting

Arga sumantri    •    Rabu, 07 Oct 2015 07:31 WIB
Kemendagri Ingin Pemilu 2019 Menggunakan Sistem E-Voting
Tjahjo Kumolo. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Dalam Negeri menargetkan mekanisme pemungutan suara elektronik (e-Voting) akan digunakan dalam Pemilihan Umum 2019 di seluruh provinsi di Indonesia.

"Pemungutan suara elektronik diharapkan dapat diberlakukan pada Pemilu 2019 dan kami sudah mencoba untuk memulainya," ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat ditemui usai membuka Rakernas Pencatatan Sipil 2015 di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (6/10/2015) malam.

Untuk mempersiapkannya, kata Tjahjo, pihaknya akan mencoba menerapkan mekanisme e-Voting ini pada tiga hingga empat provinsi dalam pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 mendatang.

"Percobaannya saat Pilkada serentak dua tahun lagi. Kalau berhasil dan berjalan lancar maka pada Pemilu 2019 bisa diberlakukan," kata mantan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan tersebut.

Target itu, kata Tjahjo bisa tercapai asalkan semua penduduk Indonesia sudah memiliki KTP Elektronik. Tjahjo pun meminta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) serta jajaran dinas mulai tingkat propinsi hingga kecamatan segera menyelesaikan pembuatan dan mendistribusikan KTP Elektronik.

"Pelaksanaan pemungutan suara elektronik harus menggunakan KTP elektronik juga sehingga seluruh masyarakat yang memiliki hak pilih se-Indonesia harus terekam. Saya berharap secepatnya selesai dan bisa dijalankan sesuai harapan," katanya.

Tjahjo juga menyebut ada dua target lain Kemendagri pada pemilu 2019 nanti. Pertama, Kemendagri ingin pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden digelar secara bersamaan. Kedua adalah adalah menggelar dengan serentak secara bersamaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

"Permulaan mewujudkan itu diawali oleh 269 Pilkada serentak yang sesuai jadwal diselenggarakan pada 9 Desember tahun ini," ungkap Tjahjo. (Antara)
(AZF)