Penggabungan PAM&PAL Diklaim Efektif Atasi Kekeringan

LB Ciputri Hutabarat    •    Rabu, 07 Oct 2015 11:59 WIB
air bersih
Penggabungan PAM&PAL Diklaim Efektif Atasi Kekeringan
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Antara/Vitalis Yogi)

Metrotvnews.com, Jakarta:  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggabungkan Perusahaan Daerah Pengolahan Air Limbah (PD PAL) dengan PD Air Minum (PDAM) Jaya. Penggabungan keduanya dinilai efektif menyelesaikan masalah krisis air di Ibu Kota. Peleburan dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI ini akan fokus mengolah air sisa pemakaian atau air limbah menjadi air bersih.
 
"Di seluruh dunia kalau mengatasi krisis air harus memanfaatkan air limbah. Sistemnya sirkulasi," kata Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015).
 
Pria yang akrab disapa Ahok ini menjelaskan, selama ini air limbah yang digunakan masyarakat langsung dibuang ke laut. Parahnya, hal ini masih terjadi saat musim kering.
 
"Mau disediakan waduk sebesar apapun akan tetap kekeringan (kalau tak diolah). Jadi, bagaimana caranya agar air yang sudah dipakai itu bisa diolah lagi jadi air bersih. Kalau itu bisa dilakukan, persediaan air kita tidak akan habis," ujarnya.
 
Ahok mengklaim, penggabungan dua perusahaan air ini dapat menekan biaya produksi. Sehingga Pemprov DKI dapat menekan biaya yang harus masyarakat bayarkan.
 
"Biaya jadi murah. Mesinnya kan sama. Selama ini diolah dua perusahaan, biayanya beda. Sekarang semua dikerjakan satu perusahaan," katanya.
 
Seperti diberitakan, Pemprov DKI berencana menggabungkan PD PAM Jaya dan PD PAL Jaya sejak Juli lalu.  Saat ini, PDAM Jaya sedang mempersiapkan proses peleburan dengan PD PAL Jaya. Diharapkan, pada Desember 2015 sudah ada rekomendasi mengenai rencana peleburan tersebut.


(FZN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA