Revisi UU KPK

Benny: Revisi UU KPK Baru Draf, Bukan Sikap Final

Githa Farahdina    •    Rabu, 07 Oct 2015 13:19 WIB
revisi uu kpk
Benny: Revisi UU KPK Baru Draf, Bukan Sikap Final
Benny Harman di KPK-----MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Fraksi Partai Demokrat tak ikut mengusulkan Revisi Undang-undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai usulan DPR di Badan Legislasi (Baleg). Namun, Demokrat melihat perubahan terhadap UU Nomor 30 Tahun 2002 itu perlu dilakukan.

"Jadi intinya, revisi UU apabila dibutuhkan tentu harus dilakukan. Karena ada kebutuhan untuk revisi UU itu. Ada pasal dalam UU yang harus direvisi untuk mencegah adanya multiinterpretasi," kata Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman di Kompleks Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015).

Revisi juga dibutuhkan untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan oleh KPK. Meski sudah diwacanakan sejak lama, Benny berharap, substansi revisi UU KPK harus dalam posisi memperkuat lembaga penegak hukum dalam memberantas korupsi.

"KPK tak mungkin mampu menjalankan tugas itu sendirian. Di sinilah penguatan dibutuhkan," sebut dia.

Karena itu, Benny menilai, draf revisi yang kini menyebar di media bukanlah sikap final DPR. Draf revisi akan dibahas bersama dengan pemerintah.

"Itu baru draf bukan sikap final. Itu usulan awal, kemudian usulan itu dibahas dalam pansus. Ini kan usulan inisiatif dewan untuk dibahas pemerintah," tegas dia.

Wacana revisi UU KPK kembali menghangat. Revisi itu diusulkan enam fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PKB, Fraksi PPP, Fraksi Partai NasDem, dan Fraksi Hanura. Usulan terbanyak muncul dari Fraksi PDI Perjuangan, yakni 15 anggota, diikuti NasDem 12 anggota, Golkar sembilan anggota, PPP lima anggota, dan Hanura tiga anggota.

Salah satu tema yang diangkat adalah pembatasan waktu kerja buat KPK, yang dibatasi 12 tahun setelah UU tersebut diundangkan. Kemudian, soal pencabutan kewenangan pemberantasan korupsi yang diganti menjadi pencegahan.


(TII)