Gubernur Aher Akui Ada Mafia Pangan di Jawa Barat

Jaenal Mutakin    •    Rabu, 07 Oct 2015 15:36 WIB
pangan
Gubernur Aher Akui Ada Mafia Pangan di Jawa Barat
Foto: Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kiri) dan Wagub Dedy Mizwar (kanan) bersama para pelajar mengonsumsi telur dan susu dalam perayaan Hari Pangan se-Dunia di pelataran Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2015)/Ant_Agus Bebeng

Metrotvnews.com, Bandung: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, ada mafia yang bermain dalam pengelolaan harga pangan sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat.

"Ada mafia yang bermain, baik di tingkat lokal maupun yang lebih besar," kata Ahmad Heryawan usai perayaan Hari Pangan se-Dunia di pelataran Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/10/2015).

Aher, demikian ia kerap disapa, mengaku mafia pangan ini bermain saat harga cabai tak stabil pada Ramadan lalu.

"Kalau kemarin pada waktu puasa, ternyata urusan gejolak cabai bukan karena langka. Begitu juga dengan bawang. Ini distribusi. Di Cirebon harga bawang Rp7 ribu, tapi di Kramat Jati (Jakarta) Rp30 ribu. Cabai di Cianjur Rp15 ribu, di Bandung Rp50 ribu. Yang benar saja," kata dia.

Menurut Aher, jika hal ini dibiarkan akan mengganggu ketahanan pangan. Aher mengaku pihaknya tengah mengupayakan agar harga pangan di Jawa Barat kembali stabil.

"Ketersediaan dan keterjangkauan pangan akan dikelola dengan baik. Supaya harga pangan stabil. Maka setiap kali ada gejolak pangan, pemerintah langsung turun tangan untuk operasi pasar," imbuh dia.

 


(TTD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA