Melestarikan Sang 'Garuda' di Kamojang

Kesturi Haryunani    •    Rabu, 07 Oct 2015 16:03 WIB
pertamina
Melestarikan Sang 'Garuda' di Kamojang

Metrotvnews.com, Jakarta: Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa. Burung yang dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia ini keberadaannya terancam punah.

Sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai salah saty satwa langka Indonesia. Populasi elang jawa di Indonesia hanya tinggal 700 ekor.

Status Elang Jawa disebut `endangered` atau sangat darurat. Salah satu yang menjadi ancaman bagi kelangsungan hidupnya adalah habitat yang semakin berkurang.

Dalam waktu dua tahun, Elang Jawa hanya bertelur satu kali. Jumlah telurnya hanya satu, selain itu, kemungkinan hidup anak Elang Jawa sangat kecil jika habitatnya sudah tidak alami lagi.

Elang jenis lainnya yang ada di Indonesia, rata-rata bertelur satu kali dalam setahun. Rata-rata jumlah telurnya satu sampai dua telur.

Hewan yang berada di puncak rantai makanan ini memang berkembangbiak lamban. Namun, perannya sangat penting bagi keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Dengan berkurangnya populasi elang, maka populasi tikus dan ular akan meningkat.

Peneliti dan pecinta satwa sudah lama melakukan penelitian terhadap Elang Jawa. Sejak penemuan Elang Jawa pada 1907, di 1980-an peneliti sepakat Elang Jawa merupakan burung pemangsa yang paling langka di dunia.

Untuk menyelamatkan kelangsungan hidup elang yang hampir punah, Pertamina melalui anak perusahaannya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berkomitmen mendorong pelestarian Elang Jawa dengan membangun Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di Desa Wisata Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasinya berada pada lahan puluhan hektare di Jalan Kamojang-Samarang, Garut, berdekatan dengan daerah operasi PT PGE Area Kamojang .

"Pusat rehabilitasi ini merupakan pusat rehabilitasi elang terbesar dan terlengkap di Indonesia," ungkap Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin.

Konservasi yang dibangun pada 2014 itu dikelola PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, serta Forum Raptor Indonesia. Standar yang dipakai mengacu kepada standar International Wildlife Rehabilition Council dan Global Federation of Animal Sanctuary.

Ada 17 ekor elang dari berbagai jenis di PKEK hasil tangkapan liar warga, diantaranya ada dua ekor Elang Jawa, delapan ekor Elang Ular, dan tujuh ekor Elang Borontok. Biasanya elang-elang itu tidak bisa terbang lagi, sehingga disiapkan fasilitas kandang.

Elang yang luka dirawat hingga sehat dan siap dilepaskan ke alam bebas. Sudah ada tiga elang yang dilepas ke alam bebas karena kondisinya sudah baik. September lalu, satu ekor telah dilepaskan kembali agar berkembang biak di alam bebas.

 


(LHE)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA