PT Garam Diimbau Tingatkan Kualitas Garam Petani

   •    Rabu, 07 Oct 2015 16:41 WIB
garam
PT Garam Diimbau Tingatkan Kualitas Garam Petani
Illustrasi. ANT/Dedhez Anggara

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri meminta pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN) PT Garam (Persero) menjalankan perannya mendorong perbaikan kualitas garam petani tradisional.

"Pemerintah melalui PT Garam harus menjadi ujung tombak meningkatkan kualitas garam. PT Garam berubah model bisnisnya dari memproduksi garam menjadi ujung tombak peningkatan kualitas garam," ujar dia dalam diskusi bertajuk "Urgensi Garam bagi Indonesia" di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Rabu (7/10/2015).

Salah satu cara yang dapat dilakukan PT Garam untuk meningkatkan kualitas, ujar dia, adalah dengan ekspansi pembuatan garam di daerah-daerah produsen garam serta membuat mata rantai perdagangan untuk menghindari mafia garam.

Faisal menilai, selama ini PT Garam lebih fokus pada produksi garam dan menimbulkan persaingan dengan petani garam tradisional. Padahal pemerintah, tutur dia, seharusnya hadir memberdayakan petani garam dalam persaingan dengan perusahaan dengan mekanisasi produksi yang lebih besar.

Dalam kesempatan yang sama, Pakar Teknik Kimia Misri Gozan mengatakan petani garam tradisional Indonesia mengalami kendala cuaca, iklim, teknologi, produktivitas lahan penggaraman dan sarana prasarana dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas garam.

Produktivitas rata-rata petani garam, ujar dia, masih rendah, yakni sekitar 60 ton per hektar (ha) per musim karena petakan-petakan proses produksi garam belum tertata dengan benar dan belum  tersentuh teknologi.

"Untuk kualitas, garam yang dihasilkan bentuk kristal kecil dan rapuh karena proses pelepasan air tua belum saatnya dan waktu pemanenan terlalu pendek 3-5 hari. Kualitasnya masih di bawah standar," tutur dia.

Total kebutuhan garam dalam negeri terus meningkat, yakni pada 2011 sebesar 2,96 juta ton dan pada 2014 sebesar 3,86 juta ton per tahun.


(SAW)