Pemerintah Didesak Tata Ulang Penggunaan Lahan

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 07 Oct 2015 17:50 WIB
kebakaran hutan
Pemerintah Didesak Tata Ulang Penggunaan Lahan
diskusi bertema 'Solusi Kebakaran Hutan dan Lahan serta Dampak Perubahan Iklim' di Auditorium Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Rabu (7/10/2015). MTVN/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Azwar Maas, mendesak pemerintah melakukan penataan ulang penggunaan lahan di Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sumatera yang rentan kebakaran.

"Jadi harus ada konservasi air. Bloking-bloking kanal harus ada di muara," kata Azwar selepas mengisi diskusi bertema 'Solusi Kebakaran Hutan dan Lahan serta Dampak Perubahan Iklim' di Auditorium Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Rabu (7/10/2015).

Azwar mengungkapkan, upaya yang mungkin dilakukan mengatasi kebakaran saat ini adalah dengan membuat saluran air menuju daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, usaha pemadaman juga bisa dilakukan dengan memakai sistem pompanisasi tertutup. Sistem ini ditujukan untuk mengairi lahan-lahan gambut agar tetap basah meski terjadi musim kemarau.

"Metode seperti ini sudah diterapkan di Kalimantan Tengah. Sudah seharusnya dilaksanakan di wilayah lain yang memiliki potensi terjadi kebakaran lahan, seperti di Jawa dan Sumatera," katanya.

Ketua Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Sudibyakto, mengatakan, kebakaran lahan yang menjadikan bencana asap di sebagian Indonesia telah merambah ke beberapa negara ASEAN. Harusnya, kata dia, muncul kesadaran para kepala negara untuk terlibat menangani.

"Dampak kebakaran tahun ini lebih luas dari pada tahun 1992. Baik lahan yang terbakar maupun penduduk yang terpapar," ujarnya.
 


(SBH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

10 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA