Penguatan Rupiah Bukan karena Paket Kebijakan Pemerintah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 07 Oct 2015 18:42 WIB
kurs rupiah
Penguatan Rupiah Bukan karena Paket Kebijakan Pemerintah
Ilustrasi. FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai paket kebijakan ekonomi bukan hal yang menyebabkan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, tekanan terhadap nilai tukar selama ini berasal dari tekanan yang sulit terhadap neraca perdagangan (balance of payment) yang tertekan akibat defisit migas yang terjadi sejak September 2011.

"Paket ini memang harus dilakukan ada krisis maupun tidak. Tapi tak ada kaitan antara problem (defisit migas) dengan solusinya," ujar Ekonom Indef Iman Sugema di kantornya, Jalan Batu Merah, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2015).

Iman meminta agar pemerintah menaikkan harga BBM dalam paket kebijakan selanjutnya guna menekan konsumsi BBM di masyarakat. Selain itu, hal ini dilakukan untuk mengurangi defisit migas yang selama ini terjadi.

Hal ini mengundang dilema karena upaya menurunkan harga BBM bertujuan untuk menaikkan konsumsi masyarakat akan mendorong perputaran ekonomi di Indonesia.

"Mau paket ketiga, kesepuluh, keseratus juga tidak pengaruh, jadi jangan harap ini akan berhasil. Penurunan harga BBM sebenarnya buruk untuk defisit migas, tapi bagus buat ekonomi masyarakat," pungkasnya. 



(SAW)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA