Masalah Blok Masela, Rizal Ramli Sebut Pejabat RI Tidak Independen

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 07 Oct 2015 19:42 WIB
kemenko maritim adsblok masela
Masalah Blok Masela, Rizal Ramli Sebut Pejabat RI Tidak Independen
Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyebut ada pejabat Indonesia yang berhasil dibujuk oleh negara asing terkait pembangunan fasilitas produksi di lapangan gas Blok Masela, Maluku.

Rizal menilai Blok Masela merupakan ladang gas Indonesia dengan memiliki cadangan yang besar dan memiliki potensi hingga 70 tahun yang akan datang. Sehingga dapat bermanfaat bagi rakyat. Namun, pejabat Indonesia tidak sensitif terhadap hal ini.

"Pejabat kita yang tidak sensitif berhasil dibujuk perusahaan asing, supaya bikin floating plant pabrik terapung yang besar, tingginya tiga kali Monas, besarnya lebih besar dari kapal induk di Amerika," ujar Rizal Ramli saat ditemui di Djakarta Theater XXI, Jakarta, Rabu (7/10/ 2015).

Menurutnya, pemerintah akan membuat floating LNG atau LNG terapung yang dikatakan nilai investasinya lebih murah dibandingkan menggunakan pipa di darat. Namun setelah dicek ternyata nilai investasi pembangunan fasilitas pengolahan floating LNG lebih mahal dibandingkan menggunakan pipa.

"Kalau dilihat lagi ini angkanya ngawur, bagaimana kita kalau investasi di pipa dan ternyata tidak begitu jauh dan ditakut-takuti bahwa itu ada palung dalam, saya betul-betul kecewa," ungkap Rizal.

Ia menuding pejabat yang Ia tidak mau sebutkan namanya itu hanya menerima secara mentah dari pihak asing tanpa studi independent. Untuk itu, dirinya merasa kecewa terhadap pihak SKK Migas yang dinilai tidak bisa berpikir independent.

"Saya kecewa, SKK Migas gajinya tinggi tapi tidak mau berpikir independen. Apa yang dikontak asing diterima apa adanya," jelasnya.


(SAW)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

4 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA