Legislator: Tax Amnesty Bukan untuk Koruptor

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 07 Oct 2015 19:56 WIB
dpr adstax amnesty
Legislator: <i>Tax Amnesty</i> Bukan untuk Koruptor
Anggota Komisi XI DPR Misbakhun (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menjelang tiga bulan berakhirnya Tahun Anggaran 2015, realisasi penerimaan negara baru mencapai sekitar 53 persen dari target pajak sebesar Rp1.244,7 triliun. Jika tidak diatasi, diperkirakan akan terjadi shortfall yang tinggi dan berakibat membengkaknya defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Anggota Komisis XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Misbakhun mengungkapkan, persoalan masih belum optimalnya penerimaan tersebut menjadi perhatian utama jajaran anggota Komisi XI DPR. Salah satu langkah yang diambil DPR untuk menggenjot penerimaan yakni penggodokan RUU Tax Amnesty atau pengampunan pajak.

"Mau tidak mau (tax amnesty). Ke mana kita akan lari? Apakah kita akan membiayai dengan utang dan kemudian akan jadi beban untuk generasi kita yang akan datang. Ini adalah bentuk kepedulian kita untuk mencari solusi bersama pemerintah," jelas Misbakhun, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2015).

Namun, Misbakhun menggarisbawahi, pengampunan pajak ini tidak diperuntukkan bagi para koruptor dan juga orang yang sedang menjalankan proses hukum di pengadilan tipikor. Dia menegaskan, tidak ada keinginan apapun dari kebijakan tax amnesty untuk memberikan keringanan pajak bagi koruptor.

Menurutnya, skema yang disiapkan dalam konsep awal RUU pengampunan pajak tersebut tidak ada pengampunan untuk koruptor. Dirinya pun akan mengawal jalannya penerapan tax amnesty. "Jadi jangan diartikan dan dipersepsikan yang salah tentang pengampunan pajak ini," pungkasnya.


(ABD)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA