Rupiah Lemah, Antam akan Relokasi Alat Tambang

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 07 Oct 2015 20:00 WIB
antam
Rupiah Lemah, Antam akan Relokasi Alat Tambang
Illustrasi. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

‎Metrotvnews.com, Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan merelokasi alat tambang untuk menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah yang berada di atas ekspektasi perseroan di level Rp12.500 per USD.

"Rupiah lemah bukan berarti proyek tidak jalan. Jadi memang terkena dampaknya, kami akan relokasi alat di lokasi tambang. Agar lebih efisien," urai Direktur Utama Antam Tedy Badrujaman, ketika ditemui usai RUPSLB Antam di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (7/10/2015).

Perseroan saat ini memiliki dua tambang feronikel di Pomalaa dan Tapunopaka, Sulawesi Tenggara‎. Relokasi alat di dua pabrik tambang tersebut agar lebih efisien dan efektif. Sehingga anggaran alat untuk kedua tambang itu akan berubah.

"Otomatis di sana ada penggunaan uang akan berubah. Agar ruang (anggaran) alat cukup,"‎ jelasnya.

Dia mengharapkan, rupiah tidak melemah dalam jangka panjang. Dia berharap rencana bisnis perseroan yang sudah ditargetkan pada awal tahun bisa terealisasi dengan baik.

‎"Rupiah awal kita estimasi Rp12.500 per USD, itu target dari rencana awal bisnis perseroan. Mudah-mudahan rupiah lemah tidak berlangsung lama," tutup dia.


(SAW)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

23 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA