Ultah Ke-259, Warga Yogyakarta Tumplak di Tugu Pal

Patricia Vicka    •    Rabu, 07 Oct 2015 21:51 WIB
hut
Ultah Ke-259, Warga Yogyakarta Tumplak di Tugu Pal
HUT ke-259 Kota Yogyakarta berlangsung meriah. Foto-foto: MTVN/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Puncak peringatan hari ulang tahun ke-259 Kota Yogyakarta berlangsung meriah. Tugu Pal Yogyakarta disulap megah dengan puluhan lampu sorot  warna-warni di beberapa sisi. Dua layar besar dipasang di bagian barat dan timur.

Selain itu, panggung mini diletakkan di bagian tenggara tugu sebagai tempat tamu VIP. Sepanjang Jalan Mangkubumi dipasang janur kuning di sisi jalan. Dan beberapa pernak-pernik budaya tradisional Jawa.

Pukul 18.40 WIB acara puncak HUT Kota Yogyakarta dimulai. Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti membukanya dengan memberi kata sambutan dan dilanjutkan pengantar dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

"HUT Kota Yogyakarta hari ini adalah acara puncak dari serangkaian acara yang telah dilakukan sejak sebulan lalu seperti gerebek mall, gerebek pasar yang bertujuan untuk memeriahkan pesta rakyat," ujarnya, di Tugu Yogyakarta, Rabu (7/10/2015) malam.


(Salah satu kesenian yang tampil di HUT Yogyakarta)

Sri Sultan HB X berharap masyarakat mendahului peringatan HUT dengan ucapan syukur. "Hari jadi Kota Yogyakarta ditandai dengan pesta rakyat di Tugu Pal yang melambangkan gotong-royong warga. Ini membawa makna secara kultural sudah sampai mana kita melayani dan berbakti ke Yogyakarta? Secara historis untuk merefleksi sejarah perkembangan kota sudah sejauh mana. Apakah sudah sesuai filosofi golong-gilig," kata Gubernur DIY ini.

Ia berharap ke depannya dialog budaya bisa diadakan dan monumen kota lebih diberdayakan.

Usai kata sambutan acara dilanjutkan dengan pawai budaya yang diikuti sekitar 4 ribu peserta dari 14 kecamatan dan 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. Pawai dimulai dari Jalan Sudirman di depan Jembatan Gondolayu menuju Tugu Yogyakarta dan berakhir di Jalan Mangkubumi.


(Aksi Barongsai)

Para kelompok diberi waktu dua menit untuk menampilkan aksinya di depan panggung. Beragam kebudayaan daerah dan modern ditampilkan dalam pawai ini seperti barongsai, pasukan Bregodo Kerajaan Mataram, tarian India dari masyarakat Hindu, gamelan modern, jatilan dan kuda lumping.

Selama pawai berlangsung jalanan menuju Tugu Pal Yogyakarta steril dari kendaraan dan arus lalu lintas dialihlkan. Akibatnya, beberapa ruas jalan mengalami kemacetan seperti Jalan Sudirman, sesudah simpang empat Gramedia dan jalan AM Sangaji yang menuju Monjali, dan Jalan Diponegoro yang menuju arah Godean. Acara akan berakhir sekitar pukul 00.00 WIB.


(UWA)