Premium Tidak Turun karena Pertamina Masih Rugi

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 07 Oct 2015 22:06 WIB
premiumharga bbm
Premium Tidak Turun karena Pertamina Masih Rugi
Ilustrasi SPBU. FOTO: MI/ATET DWI PERMATA

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah mengumumkan rencana penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni penurunan harga BBM jenis solar sebesar Rp200 per liter. Namun, premium tidak turun. Mengapa?

Direktur Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengatakan pemerintah hanya bisa menurunkan harga BBM jenis solar, namun tidak untuk premium.

Hal itu dikatakannya lantaran sampai saat ini penjualan BBM RON 88 masih memikul kerugian. Tercatat sampai akhir Agustus saja Pertamina telah memikul kerugian sebesar Rp15,2 triliun.

"Tidak bisa (BBM premium turun). Masih negatif deltanya (Pertamina)," kata Wiratmaja, di Gedung DPR-RI, Senayan, Rabu (6/10/2015).

Wirat menjelaskan, BBM bisa saja diturunkan kecuali penundaan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar dan Pajak Bahan Bakar Kendaran Bermotor (PBBKB).

"Kecuali kalau pajak diturunin, Premium bisa turun," ujar dia.

Namun, ketika ditanyai kapan harga premium dapat diturunkan, Wirat enggan menjawab pasti, tapi dirinya mengatakan sedang diusulkan. "Lagi diusulkan. Tapi tidak bisa dalam waktu pendek. Ada tim. Prosesnya panjang," ungkap dia.

Sebelumnya, Menko Perekonomian saat konferensi pers paket kebijakan ekonomi jilid III di Istana sore tadi mengatakan harga BBM jenis solar diturunkan Rp200 per liter menjadi Rp6.700 per liter.

"Harga BBM jenis solar diturunkan Rp200 per liter, sehingga harga eceran jenis ini yang bersubsidi akan menjadi Rp6.700 per liter," kata Darmin sore tadi.


(AHL)