Bencana Asap

"Ini Terasa Seperti Genosida"

Media Indonesia    •    Kamis, 08 Oct 2015 09:57 WIB
asap
Landasan pacu tidak beroperasi karena diselimuti kabut asap di Bandara Sultan Syarif Kasim II, di Pekanbaru, Riau, Senin (14/9/2015). Foto: Ronny Muharman/Antara

Metrotvnews.com, Pekanbaru: "Mohon doanya sedulur kabeh, saudara sebangsa setanah air. Hari ini asap pekat kembali menyelimuti Riau. Kepekatannya mungkin empat kali lipat dari sebelumnya. No electric, no school, no flight, no oxygen. Demi Allah, ini terasa seperti genosida! Negara sedang membunuh 6,3 juta rakyat Riau pelan-pelan," kata Afni Zulkifli, yang mengatasnamakan masyarakat Riau, kemarin.

Menurut Afni, masyarakat cuma diberi masker kue, bukan yang standar sesuai status tanggap darurat bencana. Kualitas udara bukan lagi berbahaya, melainkan sudah merusak bahkan membunuh.

"Partikel berbahaya itu sudah dua bulan kami hirup tanpa henti 24 jam setiap hari. Sudah 55 ribu warga, mayoritas balita dan orang tua, bertumbangan karena asap. Ini bukan lagi bencana biasa. Kami masih melawan asap," ujarnya lagi.

Apa yang disampaikan Afni dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Riau Andra Syafril di Pekanbaru. Menurutnya, jumlah warga yang menjadi korban kabut asap pembakaran hutan dan lahan terus bertambah. "Hingga kini tercatat sedikitnya 61.017 warga terserang penyakit. Sebanyak 50.741 orang menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA)," tambah Andra.

Selain ISPA, lanjutnya, 3.934 warga menderita penyakit kulit, 3.040 mengalami iritasi mata, dan 2.409 orang mende-rita asma. Sebanyak 893 orang lagi terkena pneumonia.

Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo bakal meninjau lokasi kebakaran di Riau hari ini, Kamis (8/10/2015). Setelah itu, Jokowi juga akan menyempatkan waktu mengunjungi Jambi dan Sumatra Barat.

"Pemerintah serius mengatasi masalah asap. Kemarin (Selasa 6/10), diadakan rapat terbatas mengenai pemadam-an kebakaran hutan. Dalam rapat itu juga dibahas mengenai kemungkinan menaikkan status menjadi bencana nasional atau kejadian luar biasa," jelas Pramono.

Di tempat terpisah, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengaku sudah mengusulkan ke Kementerian Keuangan agar pemegang kartu Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di wilayah yang terkena bencana asap mendapatkan bantuan dana jaminan dan bekal hidup sebesar Rp100 ribu per hari selama 90 hari. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga telah mengin-struksikan agar pemerintah daerah sigap menangani bencana asap di Sumatra dan Kalimantan.


(KRI)