Mahasiswa Tak Khawatir Tembakau Cap Gorilla Beredar di Kampus

Wanda Indana    •    Kamis, 08 Oct 2015 11:23 WIB
halusinasi tembakau gorilla
Mahasiswa Tak Khawatir Tembakau Cap Gorilla Beredar di Kampus
Tembakau cap gorilla--Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Kalangan Mahasiswa rupanya tidak asing dengan tembakau cap Gorilla. Kebanyakan mahasiswa mendapat informasi peredaran tembakau cap Gorilla dari temannya.

Penelusuran Metrotvnews.com di beberapa perguruan tinggi di Jakarta, beberapa mahasiswa mengaku mengetahui tembakau cap Gorilla. Tembakau tersebut terkenal dengan efek halusinasinya.
 
"Pernah dengar dari teman. Itu tembakau biasa dicampur sama zat kimia begitu, bisa bikin fly. Tapi saya enggak pakai, kata teman sih lebih keras dari ganja," kata Reza, mahasiswa jurusan Brodcasting di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015).

Reza tidak khawatir apabila tembakau Gorilla beredar di kampusnya. Sebab, kata mahasiswa berambut gondrong ini, tidak ada larangan menggunakan tembakau Gorilla. "Mungkin harganya lebih murah, Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sudah bisa dapat. Apalagi kan belum ada larangan dari pemerintah," tambahnya.

Hal serupa diungkapkan Nuris, mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi semester 3 di salah satu universitas swasta di Jakarta Pusat. Dia menuturkan, tembakau Gorilla mulai digandrungi mahasiswa. "Saya tahu dari majalah. Dari temen di luar bukan temen kampus. Tembakaunya disemprot sama zat kimia begitu. Mungkin di sini ada," ujar Nuris.

Beberapa mahasiswa tampak canggung saat ditanya terkait peredaran tembakau Gorilla di kampus mereka. Mereka seperti tampak menghindar. "Tahu, tapi belum pernah lihat barangnya," kata salah seorang mahasiswa sambil berlalu.

Di berbagai akun media sosial, banyak pihak yang menjual tembakau cap Gorilla. Penjualan tembakau dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, pembeli dan penjual tak harus bertemu untuk melakukan transaksi.

Penelusuran Metrotvnews.com, tembakau cap Gorilla dijual ramai dijual melalui akun sosial media Instagram. Transaksi jual beli dilakukan melalui pesan singkat.

Wakasat Narkoba Polres Jaksel Kompol Agung Yudha mengatakan, pengedar tembakau Gorilla dapat dipidana. Meski zat adiktif yang terkandung dalam tembakau Gorilla tidak terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), namun peredaran n bahan makanan dan obat-obatan secara sembarangan tanpa pengawasan ahli atau badan tertentu dapat ditindak.

"Itu termasuk peredaran gelap, proses peredarannya ini yang bermasalah, dikeluarkan dengan tidak melalui ahli atau dunia farmasi dapat dipidana," kata Agung kepada Metrotvnews.com, Rabu (7/10/2015).

Belum ada payung hukum terkait hukuman bagi pengedar tembakau cap Gorilla. Apalagi, sampai saat ini belum ada klaim tembakau cap Gorilla sebagai bahan berbahaya.

Hal ini, kata Agung, membuat polisi dan penegak hukum lain sedikit bingung untuk menindak mereka yang mengedarkan tembakau jenis ini. "Sampai saat ini tembakau itu belum declair tentang hal tersebut. Kalau orangnya ditangkap, mau diapain? kan belum tahu," ungkap dia.


(YDH)