Jokowi: Transportasi Massal Bawah Tanah Sejarah Baru Indonesia

Desi Angriani    •    Kamis, 08 Oct 2015 11:34 WIB
mrt
Jokowi: Transportasi Massal Bawah Tanah Sejarah Baru Indonesia
Presiden Jokowi (kanan) didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua dari kiri) mendengarkan penjelasan Direktur Utama MRT Jakarta Dono Boestami (kedua dari kanan) saat meninjau pengerjaan pengeboran terowongan MRT di titik proyek Patung

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut pengerjaan proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta merupakan awal peradaban baru. Sebab proyek transportasi massal bawah tanah ini merupakan yang pertama sepanjang sejarah Indonesia.

"Ini adalah peradaban baru, kita memasuki peradaban baru, peradaban transportasi massal di bawah tanah ini sejarah," kata Jokowi saat meninjau proyek MRT di kawasan Patung Pemuda Senayan, Kamis (8/10/2015).

Menurut pria kelahiran Solo ini, pengerjaan proyek tersebut juga memberikan wawasan pengetahuan yang banyak bagi tenaga ahli Indonesia. Seperti pengeboran tanah dengan menggunakan mesin bor yang disebut Tunnel Boring Machine (TBM). TBM ini mampu melakukan pengeboran terowongan dengan kecapatan delapan meter per hari.

"Saya senang pekerjaan di sini banyak sekali transfer of knowledge, transfer of teknologi, jadi ini juga memberikan wawasan baru bagi tenaga ahli kita, insinyur kita, baik terowongan dibor, langsung diberi blok semen, langsung jadi terowongan. Per hari bisa jadi terowongan delapan meter," ungkap dia.

Ke depan, kata Jokowi, pemanfaatan ruang bawah tanah akan dimaksimalkan. Baik oleh pemerintah pusat maupun Pemprov DKI Jakarta.

"Nanti Pak Gubernur DKI sudah siapkan juga. Tapi secara nasional saya kira kita juga perlu menyiapkan. Saya kira ke depan, pemanfaatan ruang bawah tanah akan sangat banyak dikota kita," kata suami Iriana ini.

Presiden Jokowi sebelumnya meninjau perkembangan proyek pengeboran terowongan MRT Jakarta. Pengeboran berlokasi di kawasan Patung Pemuda Senayan.

Jokowi berada di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (8/10/2015). Ia tampak didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami.


(MBM)