Tangani Asap, Indonesia Terima Bantuan Asing

Desi Angriani    •    Kamis, 08 Oct 2015 12:06 WIB
asap
Tangani Asap, Indonesia Terima Bantuan Asing
Presiden meninjau kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap di kawasan Bandara Syamsudin Nor, Banjarbaru. Foto: MI/Denny Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah akhirnya menerima uluran tangan asing untuk menangani kabut asap. Kabut asap melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan dua bulan terakhir.

"Kami sudah minta bantuan dan dibantu Singapura, Rusia, Malaysia, Jepang. Kami harapkan bisa mempercepat penanganan," kata Presiden Joko Widodo seusai meninjau proyek MRT di kawasan Senayan, Kamis (8/10/2015).

Menurutnya, penanganan kabut asap akibat kebakaran lahan gambut lebih sulit. Indonesia membutuhkan pesawat dengan daya angkut air lebih dari 10 ton. Saat ini daya angkut pesawat yang ada hanya dua-tiga ton air.

"Itu enggak nendang," ujar Presiden.

Presiden mengatakan, Singapura mengirimkan bantuan tiga pesawat. Rusia juga membantu. Bantuan dari dua negara itu tiba hari ini. "Kami membutuhkan pesawat yang mempunyai daya mengangkut air 12 ton atau 15 ton."

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mencatat kabut asap yang melanda Riau dalam sepekan terakhir memburuk. Sebelumnya jarak pandang di Pekanbaru, masih berkisar antara 400 meter hingga 1.000 meter, namun saat ini hanya 100 meter.

BMKG merilis terdapat 674 titik panas yang terpantau di enam provinsi di Sumatera. Titik panas terbanyak terpantau di Sumatera Selatan dengan 607 titik. Jambi 37 titik, Lampung 14 titik, Bangka Belitung 11 titik dan Kepulauan Riau satu titik.

Sementara itu, di Riau terdapat empat titik panas. Keempatnya dipastikan merupakan titik api dengan tingkat kepercayaan 70 persen yang terdeteksi di Kabupaten Siak.


(TRK)

Lokasi Sidang Praperadilan Novanto Dijaga Ketat

Lokasi Sidang Praperadilan Novanto Dijaga Ketat

34 minutes Ago

Tak sembarang orang bisa masuk ke lokasi sidang praperadilan Ketua  DPR Setya Novanto itu.…

BERITA LAINNYA