Menkes Sebut Masker N95 Tak Ampuh Asap

Desi Angriani    •    Kamis, 08 Oct 2015 13:21 WIB
kebakaran hutanasap
Menkes Sebut Masker N95 Tak Ampuh Asap
Portrait anak-anak mengenakan masker di lingkungan tempat mereka tinggal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (6/10/2015).-Foto: Antara/Rosa Penggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Bencana asap di Sumatera dan Kalimantan belum kunjung teratasi. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menilai, penggunaan masker N95 tak bisa menangkal asap, juga tak baik buat pernapasan.

"Dari perhimpunan dokter ahli paru mengatakan (masker dari pemerintah) itu sudah yang terbaik. Kalau masker N95 itu susah untuk bernapas," kata Nila di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Nila menjelaskan, masker N95 berpori-pori kecil sehingga polutan yang menempel justru menyebabkan sirkulasi udara tersendat. Tapi, Nila tak melarang warga yang sudah telanjur nyaman tetap memakai N95.

"Masker N95 itu pori-porinya kecil sekali, sedangkan polutannya itu agak besar. Jadi kalau itu menempel (di masker), jadinya malah menutup pori-pori, malah pernapasannya menjadi lebih sulit. Kalau mau pakai N95 silakan, tapi hati-hati," imbuh dia.

Lebih lanjut, pihaknya sudah mengirimkan 27.595 ton bantuan ke delapan provinsi terdampak, berupa masker, oxycan, paket obat untuk ISPA, diare, tetes mata, dan vitamin.

"Kami sudah memberikan bantuan obat, masker, oksigen yang diminta, sudah kami kirim. 27,595 ton sudah kami kirim," katanya.

Jumlah kasus ISPA secara kumulatif sejak 29 Juni sampai 5 Oktober 2015 di enam provinsi, tercatat di Riau sebanyak 45.668 kasus, Jambi 69.734, Sumatera Selatan 83.276, Kalimantan Barat 43.477, Kalimantan Selatan 29.104, dan Kalimantan Tengah 36.101 kasus.

Sementara status Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) menunjukkan, Palangkaraya dan Palembang dalam kondisi berbahaya yang mencapai angka 442 dan 636 ISPU. Hanya Jambi yang berstatus baik dengan angka indeks 30. Pekanbaru dan Medan pada posisi tidak sehat, serta Pontianak dan Samarinda yang berstatus sedang.


(MBM)