Pendapatan Minim, Guru Ini Nyambi di Lady Jek

Ilham wibowo    •    Kamis, 08 Oct 2015 14:34 WIB
lady jek
Pendapatan Minim, Guru Ini Nyambi di Lady Jek
Rosita, pengemudi Lady Jek. Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Rosita, 42, salah seorang wanita yang jadi sopir Lady Jek. Ibu dua anak ini nyambi sebagai sopir ojek lantaran penghasilannya sebagai guru minim.

"Saya juga bekerja sebagai guru sekolah tuna rungu di daerah Bambu Apus, Jakarta Timur. Pendapatan mengajar masih di bawah UMR (upah minimum regional)," kata Rosi saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (8/10/2015)

Rosi menuturkan, anak bungsunya yang berumur 20 tahun baru semester satu di salah satu universitas swasta di Jakarta. Beban pengeluaran Rosi tak sebanding dengan gaji sebagai guru.

Meski demikian, Rosi tak mau berhenti jadi guru. Ia berusaha mengatur waktu agar tetap bisa ngojek namun tidak mengganggu kegiatan belajar. "Saya pilih sepulang mengajar, tidak sampai malam."

Sedangkan Maya, 27, ikut bergabung karena Lady Jek, ojek khusus perempuan. Soal keamanan, ia tak khawatir. "Lebih aman bawa perempuan. Kita kan ada perlengkapan keamanan khusus juga," ujarnya.

Pengemudi Lady Jek dilengkapi tombol panik. Fiturnya bernama Lady Jek Shield. Lady Jek Shield diklaim bisa menjamin keamanan pengemudi dan penumpang.

"Panic alarm akan digantung pada kunci motor setiap pengendara Lady Jek," kata Brian Mulyadi, penggagas Lady Jek.


(TRK)