OJK Relaksasi Persyaratan Trustee Bank

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 08 Oct 2015 15:14 WIB
ojk
OJK Relaksasi Persyaratan <i>Trustee</i> Bank
ilustrasi OJK. Ant/Fanny

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan relaksasi ketentuan persyaratan kegiatan usaha penitipan dan pengelolaan hasil ekspor atau trustee perbankan. Hal tersebut sebagai upaya mendukung stimulus lanjutan dan meningkatkan kemampuan bank dalam mengelola valuta asing terutama sebagai kelanjutan kebijakan sebelumnya terkait pengelolaan valas hasil ekspor.

"Perlu adanya kebijakan untuk meningkatkan kemampuan perbankan dalam mengelola dana yang dimiliki oleh para pelaku ekonomi khususnya untuk meningkatkan kemampuan perbankan dalam mengelola dana yang dimiliki oleh para pelaku ekonomi khususnya yang berjumlah besar dan dalam valas," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK, Mulia Siregar di kantornya, Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2015).

Adapun relaksasi persyaratan tersebut untuk bank umum dan kantor cabang bank asing, persyaratan pemenuhan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum ( KPMM) yang sebelumnya dipersyaratkan minimal 13 persen selama 18 bulan berturut-turut diubah menjadi sesuai rasio profil risiko selama enam bulan berturut-turut.

"Persyaratan tingkat kesehatan yang sebelumnya dipersyaratkan Tingkat Kesehatan (Risk Based Bank Rating) minimal PK 2 pada periode 12 bulan terakhir berturut-turut dan minimal PK 3 pada periode enam bulan diubah menjadi peringkat Tingkat Kesehatan minimal PK 2 pada periode penilaian terkahir," jelas dia.

Sementara itu, persyaratan permodalan selama melakukan kegiatan Trust yang sebelumnya dipersyaratkan wajib memenuhi Rasio KPMM minimum 13 persen diubah menjadi KPMM minimum sesuai profil risiko.

Untuk kantor cabang bank asing, penghapusan persyaratan wajib menjadi berbadan hukum Indonesia bagi Kantor Cabang Bank Asing yang akan melakukan kegiatan trustee.

Dengan relaksasi persyaratan melakukan kegiatan usaha trustee ini diharapkan, industri perbankan dapat menampung dana valas termasuk dari sektor migas yang selama ini menggunakan trustee luar negeri.

Selain itu, pasokan valas juga diharapkan meningkat sehingga dapat mendukung stabilisasi nilai tukar dan memperdalam pasar valas domestik. Serta meningkatkan daya saing perbankan nasional melalui diversifikasi layanan dan kegiatan perbankan domestik.

"Saat ini bank yang telah melakukan kegiatan trustee adalah Bank Mandiri, BRI dan BNI. Dengan relaksasi persyaratan ini maka terdapat 20 Bank Umum dan tiga kantor cabang bank asing yang memenuhi syarat melakukan kegiatan trustee ini," pungkasnya.

Sekadar informasi, trustee adalah penerima dan pengelola harta trust, yakni bank yang melakukan kegiatan trust sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Bank Indonesia. Sementara trust adalah kegiatan penitipan dengan pengelolaan atas harta milik settlor berdasarkan perjanjian tertulis antara bank sebagai trustee dengan settlor untuk kepentingan beneficiary.


(SAW)