Antisipasi Kerugian Gagal Panen, OJK Terbitkan Asuransi Pertanian

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 08 Oct 2015 15:32 WIB
kementan adsasuransi pertanian
Antisipasi Kerugian Gagal Panen, OJK Terbitkan Asuransi Pertanian
Ilustrasi -- FOTO: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan asuransi BUMN (konsorsium) merancang skema asuransi pertanian.

Adapun tertanggung asuransi usaha tani padi ini adalah kelompok tani (Poktan) yang terdiri dari anggota, yakni petani yang melakukan kegiatan usaha tani sebagi satu kesatuan risiko (anyone risk) serta objek pertanggungannya adalah lahan sawah yang digarap petani (pemilik ataupun penggarap) anggota Poktan.

"Skema yang diterapkan adalah Asuransi Usaha Tani Padi yang 20 persen premi dibayar petani dan 80 persen dibayar pemerintah," kata Deputi Komisioner Pengawas IKNB 2 OJK, Dumoli F. Pardede, di Gedung Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2015).

Tahap pertama, pemerintah sudah mengalokasikan dana premi Rp150 miliar yang bisa mengkover kurang lebih satu juta hektare (ha) lahan pertanian di 2015.

"Premi per ha sebesar Rp180 ribu, dengan Rp150 ribu dibayarkan pemerintah dan Rp30 ribu dibayarkan petani per hektarnya. Untuk pertanggungan sebesar Rp6 juta atau biaya tanam per ha," sambung dia.

Manfaat dari kebijakan ini adalah pertanian rawan terhadap dampak negatif perubahan iklim yang menyebabkan gagal panen pertanian. Dengan asuransi ini, petani akan terlindungi secara finansial akibat gagal panen. Serta akan menjadikan petani lebih bankable terhadap kredit pertanian dan dapat menstabilkan pendapatan para petani.

"Dengan terproteksinya para petani tersebut maka diharapkan menjadi terbuka akses pinjaman/kredit kepada para petani tersebut. Potensi kredit para petani dengan adanya skema ini adalah Rp6 triliun," pungkas dia.


(AHL)