Siapa yang Menghapus Situs Prabu Aji Putih Berarti Menghapus Sejarah Sumedang

Ismail    •    Kamis, 08 Oct 2015 16:03 WIB
waduk jatigede
<i>Siapa yang Menghapus Situs Prabu Aji Putih Berarti Menghapus Sejarah Sumedang</i>
Keluarga besar Yayasan Pangeran Sumedang dan Nonoman Sumedang Larang berziarah ke Makam Prabu Guru Aji Putih, di Desa Cipaku, Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (31/7). MTVN/Ismail

Metrotvnews.com, Sumedang: Sejumlah warga Sumedang, Jawa barat, yang tergabung dalam kelompok Keuyeup Bodas bertekad mempertahankan situs bersejarah berupa tiga makam keramat yang akan digenangi air waduk Jatigede. Makam Prabu Aji Putih, Resi Agung, dan makam Ratu Inten Nawang Wulan itu terletak di Blok Cipeuet, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja.

“Kami harap situs makam keramat di Cipaku tidak digenangi, karena ketiga makam itu merupakan ciri atau awal mula sejarah Sumedang,” ujar Ketua Komunitas Keuyeup Bodas, Rudi Bratamanggala, kepada sejumlah awak media, Kamis (8/10/2015).

Selama ini, kata Rudi, pemerintah seolah memandang persoalan situs bukan sesuatu yang penting, sehingga keberadaan situs jarang termasuk dalam pertimbangan proyek pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

“Kami mempercayai, siapa yang menghapus situs Prabu Aji Putih berarti menghapus sejarah Sumedang," ucap Rudi.

Sebagai warga yang peduli terhadap kelestarian situs bersejarah di Cipaku, Rudi mengaku sangat prihatin jika pemerintah pada akhirnya mengabaikan suara dari masyarakat.

"Sebagai orang yang menghargai sejarah, sudah sepatutnya, peduli kepada bukti sejarah leluhur, apalagi yang akan ditenggelamkan adalah makam Raja Sumedang, sangat prihatin jika pemerintah abai,” katanya.

Rudi mengaku, gerakan yang mereka lakukan tidak hanya mendapatkan dukungan dari warga Sumedang, melainkan juga beberapa tokoh skala nasional.

“Kita sudah mendapatkan dukungan dari berbagai elemen, bahkan tokoh budaya seperti Uli Sigar dan Acil Bimbo siap mendukung agar Prabu Aji Putih jangan ditengelamkan,” terang dia.


(SBH)

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

41 minutes Ago

Tridianto mengatakan, sejak kasus Hambalang menguak, Nazaruddin dianggap kerap memfitnah Anas.&…

BERITA LAINNYA