Diskamtam Kota Bandung Hanya Ganti Rugi Fasilitas Publik

Roni Kurniawan    •    Kamis, 08 Oct 2015 16:07 WIB
pohon tumbang
Diskamtam Kota Bandung Hanya Ganti Rugi Fasilitas Publik
Foto: Halte penyewaan sepeda (shelter Bike Sharing) di Jalan Cikapayang, Dago, Kota Bandung/MTVN_Roni Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung mengaku hanya akan mengganti rugi fasilitas publik yang rusak akibat sejumlah pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bandung, Rabu 7 Oktober 2015.

Kepala Diskamtam Kota Bandung Arief Prasetya mengaku ada sejumlah fasilitas umum yang rusak. Di antaranya halte penyewaan sepeda (shelter Bike Sharing) di Jalan Cikapayang, Dago, Kota Bandung. Ia pun mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperbaiki fasilitas tersebut.

"Kemarin memang ada tong sampah, pot, dan shelter bike sharing yang rusak. Kita akan ganti itu semua. Contohnya tempat sampah. Kami akan minta lagi ke PD (Perusahaan Daerah) Kebersihan. Sedangkan untuk shelter bike sharing kami masih mencari tahu dulu siapa pemiliknya," kata Arief, di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/10/2015).

Selain itu, sejumlah kabel sambungan telepon dan listrik putus. Bahkan beberapa tiang listrik dan telepon runtuh tertimpa pohon. Arief mengaku pihaknya sudah melaporkan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Telkom.

"Sempat juga ada kabel telepon sama listrik yang tertimpa pohon sampai putus. Pasti itu nanti mengganggu pelanggan. Makanya langsung kami lapor ke Telkom sama PLN biar cepet dibenerin," imbuh dia.

Sementara itu, saat hujan lebat disertai angin kencang menerjang Kota Bandung kemarin, Diskamtam menerima laporan sebanyak 34 kerusakan. Di antaranya sebanyak 8 pohon tumbang di Kota Bandung.

Arief mengatakan, hingga kini pihaknya tidak memiliki anggaran untuk melakukan ganti rugi untuk kendaraan yang tertimpa pohon tumbang tersebut. Namun, ia akan melakukan koordinasi dengan pihak lain untuk membantu pemilik kendaraan yang tertimpa pohon.

"Kita tidak mempunyai anggaran itu, sedang upaya mencoba konsultasi dengan Wali Kota untuk minta pengalokasin dari dana bansos bencana. Selain itu juga bekerjasama dengan asuransi, untuk membantu memberikan santunan kepada warga," pungkasnya.


(TTD)