Pemerintah Obral Fasilitas Optimalkan Laju Perekonomian

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 08 Oct 2015 16:28 WIB
pertumbuhan ekonomi
Pemerintah Obral Fasilitas Optimalkan Laju Perekonomian
Gedung DJP Kemenkeu (MI/ANGGA YUNIAR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah telah menetapkan target penerimaan pajak di tahun ini begitu bombastits yakni mencapai Rp1.244,7 triliun. Namun, target penerimaan dari sisi pajak ini dhadapkan pada sejumlah tantangan besar utamanya berkaitan dengan guncangan ekonomi yang begitu dalam.

Persoalan yang dihadapi pemerintah tidak cuma mencapai target penerimaan yang diperkirakan sampai akhir tahun hanya terealisasi sebanyak 91 persen. Pemerintah pun harus mengambil langkah tepat menyelamatkan ekonomi Indonesia agar tidak masuk lebih dalam kepada krisis ekonomi.

Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki tugas tidak sekadar menggenjot penerimaan negara melalui pahak. Namun, DJP Kemenkeu juga memberi fasilitas fiskal guna mendukung kinerja industri untuk mendorong laju ekonomi.

"Karenanya banyak yang bertanya kenapa waktu pajak lagi drop malah jualan fasilitas," kata Kasubid Peraturan Pajak Penghasilan Badan DJP Kemenkeu Setyadi Aris, di Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Adapun fasilitas yang dimaksudkan Aris yaitu tax holiday atau pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan sebesar 100 persen atau paling sedikit 10 persen selama 5-20 tahun untuk wajib pajak baru dan industri  pionir.

Dalam hal ini, ada beberapa sektor industri yang diberikan insentif di antaranya industri logam hulu, industri pengilangan minyak bumi, industri kimia organik berbasis migas, industri pengolahan berbasis pertanian kehutanan dan perikanan, dan industri telekomunikasi informasi dan komunikasi. 

Kemudian, ada industri transportasi kelautan, industri pengolahan yang merupakan industri utama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta infrastruktur ekonomi selain yang mengunakan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Selain itu, lanjut Aris, ada juga fasilitas tax allowance atau tambahan pengurangan penghasilan netto sebesar 30 persen dari jumlah penanaman modal berupa aktiva berwujud termasuk tanah untuk digunakan sebagai kegiatan utama usaha.

Pemberian fasilitas ini intinya digunakan sebagai lokomotif yang akan mengarahkan ekonomi nasional. Dengan alasan ingin menyelamatkan ekonomi, Aris sampai menyebut Pemerintah Indonesia memiliki hasrat yang tinggi dalam memberikan insentif. "Libido pemerintah tinggi untuk obral fasilitas," pungkas dia.


(ABD)

KPK Periksa Istri Novanto Senin Depan

KPK Periksa Istri Novanto Senin Depan

2 hours Ago

Deisti diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharj…

BERITA LAINNYA