Ketua PTUN Medan Didakwa Terima Suap Ribuan Dolar

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 08 Oct 2015 16:53 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Ketua PTUN Medan Didakwa Terima Suap Ribuan Dolar
Ketua PTUN Medan sekaligus terdakwa suap, Tripeni Irianto Putro, saat digelandang KPK----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Tripeni Irianto Putro didakwa telah menerima suap dari Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti, melalui Pengacara Otto Cornelis Kaligis dan anak buahnya Mohamad Yagary Bhastara. Fulus suap berjumlah ribuan dolar.

"Turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut menerima hadiah atau janji yaitu menerima hadiah berupa uang tunai 5 ribu dolar Singapura dan USD15 ribu," kata Jaksa KPK Mochmad Wirasakjaya saat membacakan surat dakwaan di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015).

Menurut jaksa, uang tersebut diduga untuk mempengaruhi putusan hakim terhadap kasus yang sedang ditangani Tripeni, Dermawan Ginting, dan Amir Fauzi sebagai majelis hakim. Perkara berkaitan dengan putusan pengujian wewenang kejaksaan tinggi dalam menangani kasus dana bantuan sosial, bantuan daerah bawahan (BDB), bantuan operasional sekolah(BOS), dan juga terkait penahanan pencairan dana bagi hasil (DBH), sertapenyertaan modal pada sejumlah BUMD Pemprov Sumatera Utara.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkannya untuk diadili," kata Jaksa Wira.

Selain dakwaan menerima hadiah untuk pengaruhi putusan, Tripeni juga didakwa melakukan penyalahgunaan wewenang. Sebagai ketua hakim, Tripeni mengabulkan permohonan Gatot dan istrinya melalui Kaligis lantaran disuap.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, yakni untuk mengabulkan permohonan," jelas Wira.

Menurut dia, pemberian sejumlah uang dilakukan bertahap oleh Kaligis. Fulus suap diberikan dengan cara diselipkan dalam buku karangan Kaligis.

"Pada pertengahan bulan Mei 2015, terdakwa menerima uang 5 ribu dolar Singapura, sementara pada tanggal 5 Mei 2015, saat perkara tersebut didaftarkan, terdakwa menerima uang USD10 ribu dari OC Kaligis yang diselip dalam buku karangan Kaligis. Pada tanggal 1 Juli 2015, terdakwa juga menerima USD5 ribu yang terbungkus dalam amplop," tutup Wira.

Atas perbuatannya, Tripeni diganjar Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP.


(TII)

Ade Komarudin Diperiksa untuk Novanto

Ade Komarudin Diperiksa untuk Novanto

17 minutes Ago

Tiga saksi tersebut ialah politikus Partai Golkar Ade Komaruddin, pengusaha Made Oka Masagung, …

BERITA LAINNYA