Tembak Sindikat Narkotika, BNN: Kita Ringankan Tugas Kejaksaan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 08 Oct 2015 18:09 WIB
narkoba
Tembak Sindikat Narkotika, BNN: Kita Ringankan Tugas Kejaksaan
Sabu seberat 20,4 Kilogram disita BNN--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak satu dari dua tersangka sindikat narkotika yang berupaya menyelundupkan 20,4 Kilogram (Kg) sabu. Deputi Penindakan dan Pemberantasan BNN, Irjen Pol Dedi Fauzi menilai, penembakan bukan hal diharamkan untuk petugas BNN.

"Apakah ada intruksi (untuk menembak) atau tidak ada, semua harus disesuaikan instruksi di lapangan, kill or to be kill. Dari pada orang kita yang tertembak, mendingan kita yang menembak. Ini juga kan meringankan kejaksaan dan pengadilan," kata Dedi di BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (8/10/2015).

Menurut dia, penembakan dilakukan bukan karena pergantian pucuk kepemimpinan di BNN dari Komjen Anang Iskandar ke Komjen Budi Waseso. BNN, sambung Deddi, juga pernah melayangkan timah panas kepada sindikat narkotika di era kepemimpinan Anang Iskandar.

"(Sebelum ada beliau) Bukan berarti kita tidak pernah melakukan penembakan. Waktu di Pelabuhan Ratu, kemudian di Kebon Jeruk. Lalu di Aceh, kita sempat diberondong juga," terang dia.

Namun, lanjutnya, Buwas tidak mengharamkan anak buahnya menembak saat proses penindakan. "Kepala BNN (Buwas) tidak haram bagi Deputi pemberantasan untuk melakukan penembakan kalau itu dianggap perlu, sesuai dengan SOP," terangnya.

Menurut dia, narkotika merupakan kejahatan besar. Penanganannya pun harus dilakukan secara keras dan tegas. "Namanya perang terhadap narkoba, ya harus seperti itu. Tidak harus lemah lembut, tapi harus keras, karena mereka juga melakukan extraordinary crime, jadi kita juga harus extra," tegas dia.

BNN telah mengintai tersangka AS, 41, dan YB, 40, selama tiga bulan. Keduanya sempat akan transaksi di Mal Pluit, Jakarta Utara. Namun, petugas gagal menyergap tersangka.

BNN kembali menemukan jejak tersangka yang bergerak menuju Tol Cipali menggunakan mobil Mitsubhisi Pajero warna putih nomor polisi L 1047 HX, Sekitar pukul 18.23 WIB, Rabu (7/10/2015).

Pada saat dua target ini keluar pintu Tol Pejagan, berhenti di minimarket pukul 19.30 WIB. Saat berhenti itu disergap anggota BNN.

Tersangka sempat ingin melarikan diri dan melawan dengan menabrakkan mobilnya ke petugas. Petugas BNN memberikan tembakan ke arah pengemudi dan berhasil meringkusnya.


(YDH)