Bacakan Pledoi, Fuad Amin Ungkit Suramadu dan 128 Penghargaan

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 08 Oct 2015 21:54 WIB
kasus suap
Bacakan Pledoi, Fuad Amin Ungkit Suramadu dan 128 Penghargaan
Fuad Amin saat menyerahkan salinan pledoi kepada JPU di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Metrotvnews.com/Yogi Bayu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron menyampaikan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan jaksa. Dia mengungkit jasanya dalam pembangunan jembatan Suramadu hingga ratusan penghargaan yang dia terima.

"Pembangunan Suramadu, dari Presiden Soeharto sampai Gusdur dapat penolakan warga Bangkalan. Saat Presiden Megawati, saya jadi bupati ditunjuk jadi tim sembilan pembebasan tanah. Terbukti, Suramadu megah terwujud," kata Fuad dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015).

Fuad juga menyebutkan peran-perannya dalam pembangunan Masjid Agung Bangkalan hingga Jalan kembar Soekarno-Hatta. Atas prestasinya, Fuad mengaku mendapatkan penghargaan saat memimpin Bangkalan.

"Sebagai pelopor pembangunan, saya dapat 128 penghargaan seperti bintang KB dari Ibu Presiden Megawati, dari Presiden SBY dan lain-lain," ucap dia.

Sementara, di bawah kepemimpinannya, dia mengaku Pemda Bangkalan selalu mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan. Dia juga mengaku kerap membantu dalam bidang sosial.

"Saya selamatkan ribuan pengungsi dari Kalimantan. Saya jual dua rumah di jakarta dan Surabaya," jelas dia.

Fuad menampik harta kekayaannya merupakan hasil korupsi. Dia menegaskan kekayaannya berasal dari warisan orang tua dan berbagai usaha yang dia rintis sejak muda.

"Tahun 1996 saat ayah wafat, saya terima warisan Rp14 miliar. Setahun kemudian ibunda wafat mewariskan Rp19 miliar. Selain dari warisan di atas, saya juga menerima beberapa harta peninggalan di mana salah satunya adalah tempat makam keramat dari Syaikhona Muhammad Kholil, di mana dapat menghasilkan pendapat per bulan sampai sekarang lebih kurang Rp450 juta sejak tahun 1996 semenjak saya menggantikan ayah saya. Selama 18 tahun menghasilkan Rp97,2 miliar," terang dia.

Mantan Ketua DPRD Bangkalan periode 2014-2019 ini berharap, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor mau mendengar dan mempertimbangkan pledoinya. Dia berharap, hakim bisa menghukumnya seringan dan seadil-adilnya.

"Mohon maaf Yang Mulia, demikian nota pembelaan saya. Mohon maaf bila ada kekurangan karena saya tulis selama empat hari karena saya kurang sehat. Semoga bisa berguna," pungkas dia.

Fuad ketahui dituntut 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp3 miliar subsider 11 bulan kurungan. KPK mendakwa Fuad melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Pada tindak pidana korupsi, Fuad diduga menerima Rp18,05 miliar dari PT Media Karya Sentosa (MKS). Dia disebut telah mengarahkan tercapainya perjanjian konsorsium dan perjanjian kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya serta memberikan dukungan untuk PT MKS kepada Kodeco Energy CO LTd terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Dakwaan kedua, Fuad diduga menyamarkan hartanya pada periode 2010-2014 sejumlah Rp229,45 miliar. Ketiga, dia didakwa melakukan pencucian uang pada periode periode 2003-2010 hingga senilai Rp54,903 miliar.

KPK menciptakan rekor dalam menyusun berkas tuntutan terdakwa karena kasus Fuad. Para jaksa KPK menyelesaikan berkas tuntutan terdakwa kasus dugaan suap dan pencucian uang untuk Fuad setebal 6.374 halaman atau setinggi 82 sentimeter.


(MEL)