Tertangkap KPK, Panitera PTUN Medan Amankan Dompet

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 08 Oct 2015 23:24 WIB
suap hakim ptun medan
Tertangkap KPK, Panitera PTUN Medan Amankan Dompet
Syamsir Yusfan (tengah) saat hendak menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Antara/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Syamsir Yusfan diketahui langsung menitipkan dompetnya saat mengetahui adanya Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di kantornya Juli silam. Supir Syamsir yang bernama M. Yudhi Fahmi Nasution menjadi saksi peristiwa tersebut.

"Ada kejadiannya, Gary (M. Yagari Bhastara Guntur, anak buah Pengacara O. C. Kaligis) ketangkep, tapi saya tidak tahu ketangkep KPK," kata Yudhi, saat bersaksi untuk terdakwa Syamsir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015).

Jaksa kemudian mengkonfirmasi saksi mengenai komunikasi Syamsir kepadanya. Menurut Yudhi, Syamsir memang pernah menghubungi dia usai OTT dan menyuruhnya mengambil dompet untuk diberikan kepada istrinya.

"Waktu bapak mau naik mobil, 'dompet ada di dashboard anter ke ibu'," kata Yudhi menirukan ucapan Syamsir.

Yudhi menyebut dia langsung mengantarkan dompet tersebut kepada istri Syamsir. Menurut dia, didalam dompet itu berisi uang pecahan mata uang Rupiah, Ringgit serta Dolar. "USD700," ujar dia.

Kendati demikian, Yudhi mengaku tidak mengetahui asal dari uang tersebut. "Bapak juga tidak bilang sama saya," sebut dia.

Syamsir Yusfran, diketahui, didakwa telah menerima uang USD2.000 dari Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti. Uang diberikan melalui Otto Cornelis Kaligis serta anak buahnya, Moh. Yagari Bhastara Guntur alias Gary untuk mempengaruhi putusan perkara yang digelar PTUN Medan. 

Pada dakwaan disebutkan, ketika mengetahui ada penangkapan, Syamsir kemudian menitipkan dompet miliknya yang berisi USD700 kepada M. Yudhi Fahmi Nasution. Uang itu merupakan sisa USD2.000 pemberian dari Kaligis dan Gary sedangkan USD1.300 telah habis digunakan untuk kepentingan pribadi.

Menurut Jaksa, perbuatan Syamsir itu merupakan tindak pidana korupsi. Hal itu diatur dalam Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


(MEL)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA