BKPM Panggil 17 Perusahaan Padat Karya yang Alami Kesulitan

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 09 Oct 2015 12:30 WIB
tekstil
BKPM Panggil 17 Perusahaan Padat Karya yang Alami Kesulitan
Ilustrasi pabrik tekstil. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mendapatkan laporan ada 17 perusahaan padat karya Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang mengalami kesulitan dalam menjalankan kegiatan produksinya.

Dalam paparannya, kesulitan yang dialami ke 17 perusahaan tersebut karena tingginya biaya produksi, harga pasar berkurang, dan banyak produk ilegal. Untuk itu, Franky berencana memanggil perusahaan terseebut untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan itu.

"Per kemarin kami terima laporan 17 perusahaan di menengah dan besar dari sektor tekstil dan produk tekstil. Ada beberapa catatan, tujuh kabupaten yang semuanya di Jawa. Ada yang kurangi produksi delapan serta rencana yang tutup lima. Kami lakukan komunikasi nanti di Semarang (15 Oktober 2015)," kata Franky, dalam sosialisasi keberadaan desk khusus investasi sektor tekstil dan sepatu, di Kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (9/10/2015).

Franky menyebutkan, dari 17 perusahaan tersebut, ada sekitar 23.800 pekerja yang harus diselamatkan dari rencana pemutusan hubungan kerja (PHK). Oleh karena itu, BKPM akan melakukan komunikasi kepada beberapa perusahaan untuk memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.

"Kira-kira satu minggu kemudian kita akan lakukan komunikasi ke dua atau tiga perusahaan tersebut," ujar dia.

Franky menambahkan, dalam menangani masalah di industri ini, BKPM akan melakukan pembinaan kepada perusahaan-persuahaan tersebut dengan memasukannya dalam Desk Khusus Investasi yang dibantu dengan dua asosiasi sebagai penghubung pelaku industri dan pemerintah yakni Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Apresindo).

"Untuk mekanisme komunikasi tentu di dalam desk ini dibantu API dan Apresindo. Peran dua asosiasi ini menjadi penghubung pelaku industri dan poemerintah," ucap dia.

Franky berharap dengan komunikasi dan pembinaan tersebut masalah-masalah dalam industri TPT akan terselesaikan.


(AHL)