Tambang Ilegal di Lumajang

Petinggi Polsek Pasirian Sudah 6 Bulan Terima Duit Suap

Renatha Swasty    •    Jumat, 09 Oct 2015 15:21 WIB
salim kancil
Petinggi Polsek Pasirian Sudah 6 Bulan Terima Duit Suap
Irjen Budi Winarso (Kanan)-----Ant/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri memroses laporan soal dugaan suap yang berkaitan dengan kematian Salim Kancil. Hasilnya, Divpropam menemukan kapolsek, kanit serse, dan babinkamtibmas Polsek Pasirian menerima duit suap terkait tambang ilegal di Desa Selo Awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Tengah.

Ketiganya sudah mendapat duit selama enam bulan. "Baru enam bulan (terima suap). Tapi pertambangannya sudah satu tahun. Semenjak 2014 awal," beber Kadiv Propam Polri Irjen Budi Winarso di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2015).

Budi mengatakan, duit diterima sebagai jatah preman. Sebab, tambang pasir yang dipakai secara ilegal adalah milik perusahaan lain. "Itu kan ada portal. Bukan polisi saja itu. Macam-macam, wartawannya saja ada. Ya kan oknum. Ya dia ngambil jatah preman," tambah Budi.

Saat ini, kata dia, ketiganya masih menjalani pemeriksaan. Sebab, ada dugaan ketiganya terlibat dalam pembunuhan petani antitambang Salim Kancil. Budi pun mengatakan, ketiganya akan dikenai hukuman pidana terkait penerimaan uang dalam penambangan ilegal tersebut.

"Mereka dikenakan pasal gratifikasinya," tambah dia.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Polda Jawa Tengah sudah memeriksa tiga polisi yang diduga terlibat dalam kematian Salim Kancil. Pemeriksaan dilakukan pada Kapolsek dan Kanit Serse Pasirian.

Menurut Budi, ketiganya saat ini tengah diperiksa secara internal. Adapun materi pemeriksaan pada ketiganya fokus pada penambangan ilegal dan ketidakdisiplinan atau ketidakprofesionalan oknum Polsek.


(TII)