Rupiah Masih Undervalue, Masyarakat Diminta Jual USD

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 09 Oct 2015 16:14 WIB
rupiah menguat
Rupiah Masih <i>Undervalue</i>, Masyarakat Diminta Jual USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengungkapkan, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) secara terus menerus mengalami penguatan yang cukup signifikan beberapa hari terakhir ini, namun fundamental nilai tukar rupiah masih mengalami undervalue

"Secara fundamental rupiah masih undervalue. Sejak tiga hari lalu penguatan rupiah signifikan. Karena banyak yang cut loss, karena ada yang ragu bakal tembus Rp13.800 (per USD)," jelas Mirza, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2015).

Kendati demikian, Mirza mengaku, BI akan tetap menjaga agar volatilitas dalam penguatan nilai tukar rupiah tidak terlalu tajam. Sehingga, penguatannya juga bisa berdampak kepada ekonomi nasional.

"Bahwa volatilias pada penguatan juga harus dijaga. Menguat tajam enggak apa-apa, yang jelas pada waktu kita mengalami pelemahan kan ekonomi tertekan. Waktu mengalami penguatan juga akan bantu ekonomi. Pasti bagus untuk ekonomi," jelasnya.

Selain itu, masih kata Mirza, BI juga mengimbau kepada masyarakat yang masih memegang USD untuk mau bersama-sama mulai menjualnya. Hal ini penting dilakukan agar nilai tukar rupiah terus mengalami penguatan dan tidak lagi berada di ranah undervalue.

"Banyak orang cut loss, baik individu maupun korporasi. Kita bantu dorong sedikit saja. Jadi yang pada pegang USD sebaiknya dijual USD-nya," pungkas Mirza.


(ABD)