Keluarga Ibu dan Anak yang Dibunuh di Cakung Kerap Dapat Teror

Akmal Fauzi    •    Jumat, 09 Oct 2015 17:45 WIB
kasus pembunuhan
Keluarga Ibu dan Anak yang Dibunuh di Cakung Kerap Dapat Teror
Ilustrasi--MI/Bary Fathahilah

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembunuhan Dayu Priambarita, 45, dan putra bungsunya Yuel Imanuel, 5, masih menyisakan misteri. Polisi masih menyelidiki kasus itu. Enam orang saksi telah diperiksa.

Motif pembunuhan diduga persaingan bisnis. Dugaan itu diutarakan oleh Yeni Mapopy, 19, anak pertama Dayu. Popy, sapaan Yeni, mengaku ayahnya Heno Pujoleksono, 47, kerap mendapat teror dari orang tak dikenal. Hen membuka kusen di kawasan Bintara, Bekasi, Jawa Barat.

"Iya memang sering diteror, bahkan diancam hampir mau dibakar perusahaannya. Mungkin ada saingan, yang enggak suka juga pasti ada," ujar Popy di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2015).

Dayu dan Yuel ditemukan tidak bernyawa di rumahnya, Komplek Aneka Elok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, kemarin. Kedua korban dibantai secara sadis dengan sejumlah luka tusuk senjata tajam di bagian tubuh dan leher. Kedua jasad korban ditemukan di kamar tidur utama. Sang ibu tewas di atas tempat tidur, sedangkan sang anak tergeletak di lantai.

Popy menjelaskan, ia tidak tahu persis apakah ada saingan bisnis ayahnya. Selama ini ia tinggal di Jawa Timur lantaran masih kuliah di sebuah universitas di Malang. "Mama enggak pernah cerita kalau ada yang enggak suka atau bertengkar dengan siapa. Enggak tahu juga gimana kondisinya karena selama ini mama enggak pernah cerita apa-apa," ujar Popy

Kapolres Jakarta Timur Kombes Umar Faroq mengatakan, saat ini pihaknya telah memeriksa beberapa saksi. Tewasnya kedua korban, diakuinya, murni pembunuhan dan tidak ada unsur pencurian.

"Sejauh ini kami sudah memeriksa 6 orang saksi. Ini murni pembunuhan, kalau pencurian saya rasa tidak. Karena harta benda tidak ada yang hilang, dan perhiasan berupa anting masih melekat," ujar Umar .

Ia menduga, pembunuhan dilakukan secara terencana. Itu terlihat pada kondisi pintu dan jendela rumah tak ditemukan kerusakan. "Dugaan awal, pembunuhan ini direncanakan, karena dari sisi kejadian, pelaku itu sudah bisa membaca waktu untuk peluang melakukan aksi tersebut," ucapnya.


(YDH)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA