Adu Mulut Elanto dengan Polisi Diduga Penerima Suap

Tri Kurniawan    •    Jumat, 09 Oct 2015 18:36 WIB
lalu lintas
Adu Mulut Elanto dengan Polisi Diduga Penerima Suap
Elanto (kiri) usai berdialog dengan polisi di Mapolda DIY Selasa 18 Agustus 2015. Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko

Metrotvnews.com, Jakarta: Elanto Wijoyono kembali beraksi. Ia `menggerebek` Pos Polisi Lalu Lintas Jokteng, Yogyakarta, karena menduga petugas menerima suap.

Elanto datang ke Pospol Jokteng. Tak jauh dari pospol, parkir satu truk. Saat Elanto hendak masuk ke pospol, seorang pria bercelana pendek keluar.

"Nyekani pinten pak? Nyekani pinten? (ngasih berapa)," tanya Elanto ke pria itu. Pria bertubuh gempal itu tidak menjawab dan terus berjalan.

Elanto masuk ke pospol. Di dalam pos ada tiga polisi, satu berdiri dan dua duduk sambil membaca koran dan sibuk dengan telepon genggam.

Elanto bertanya ke polisi yang berdiri, apa yang diberikan pria bercelana pendek itu. Polisi itu membantah menerima sesuatu. "Mboten (tidak) kok."

Elanto terus mencecar polisi itu. "Jenengan petugas resmi toh? Truk mau nyekani nopo?"

Polisi yang mengenakan kaos coklat bertuliskan polisi itu pergi ke belakang pos. Setelah itu, Elanto bertanya ke polisi yang membaca koran. "Nyekani nopo?"

"Sampean dari mana mas?" tanya balik polisi.

"Saya warga."

"Truk tadi berhenti ngasih apa pak?" tanya Elanto ke polisi. Polisi itu mengaku tidak tahu apa-apa karena sedang membaca koran.

"Jenengan aparat resmi enggeh? Bisa jujur opo mboten ada apa tadi kok kernet truk masuk, mosok enggak ada apa-apa?" Polisi itu sibuk membalik-balikkan koran.

"Ngasih surat atau apa, kalau ngasih surat saya mau baca suratnya apa," Elanto terus bertanya.

Polisi itu tak merespon pertanyaan Elanto. Matanya tertuju pada koran. "Pak sinten ngapunten?" Elanto menanyakan nama polisi itu.

"Jenengan dari mana?" polisi itu kembali menanyakan asal Elanto. Elanto langsung menjawab, "Saya warga Pak."

"Iya, warga dari mana?"

"Saya warga Yogya," ujar Elanto. "Warga itu yang rumahnya di sini."

Polisi beranjak sambil menyatakan keberatan Elanto merekamnya. Elanto sempat membaca name tag di dada polisi itu. "Pak Yudi saking polres pundi? Yogya?"

Yudi lantas menuju belakang pos. Giliran polisi yang sibuk dengan telepon genggam yang dicecar Elanto. Pertanyaannya sama, apa yang diberikan kernet truk.

"Saya enggak tahu," jawabnya. Elanto tidak percaya. Polisi itu ngotot tidak tahu apa-apa. Elanto juga bertanya nama polisi yang sibuk dengan telepon genggam.

Polisi itu menyuruh Elanto bertanya ke dua polisi yang kabur ke belakang pos. Polisi itu terus sibuk dengan telepon genggam. Elanto diam sambil menghela napas.

Tak lama kemudian, polisi itu juga pergi ke belakang sambil menerima telepon. "Kok kabur semua?" tanya Elanto.

Elanto keluar. Seorang polisi mengenakan rompi hijau khas polisi lalu lintas mengajak Elanto bicara di pos. "Silakan rekam saya, silakan ke pos, saya mau ngomong."

Elanto keberatan diajak ke pos polisi. Ia meminta polisi itu bicara di luar. "Ngomong apa? Sekarang di sini saja," kata Elanto.

Polisi itu menolak bicara di luar pos. Alasannya karena di pinggir jalan. "Ini di jalan mas, etika enggak ada. Mohon maaf ya," ujar polisi tanpa name tag itu.

Polisi itu sedikit emosi saat Elanto mempertanyakan kenapa polisi itu takut bicara di pinggir jalan. "Saya enggak takut, siapa yang takut," suara polisi itu meninggi.

"Pak siapa namanya?" Elanto menanyakan nama polisi itu. "Kepentingannya apa?" jawab polisi.

Elanto dan polisi itu adu mulut. "Aparat resmi toh jenengan?"

"Maksudnya apa mas?" tanya polisi yang ditimpali Elanto, "Makanya saya nanya nama!"

"Maksudnya apa? Hebat sekali ya jenengan bilang, seperti aparat enggak bener ya," kata polisi itu sambil menujuk ke pakaian dinas yang ia kenakan. Elanto masih bertanya soal nama.

"Maaf ya mas, maaf, maaf ya, kalau ngomong yang sopan," polisi itu lantas pergi ke pos.

(Klik: Elanto 'Pengadang Moge' Unggah Video Dugaan Suap Polantas)

Truk warna kuning berhenti tak jauh dari Pospol Jokteng. Kernet truk turun menuju Pospol Jokteng. Elanto mengikuti dari belakang.

Elanto menghentikan langkah pria itu sekitar tiga meter dari pintu masuk pospol. Elanto mempertanyakan isi di genggaman pria itu. "Pengen nyekani nopo? Tangane nopo iku?"

Pria itu menggenggam sesuatu. Dia bersikeras tidak ada apa-apa. Polisi yang adu mulut dengan Elanto teriak dari pintu pos. "Jangan ganggu masyarakat mas," katanya ke Elanto.

Elanto mendesak kernet berkaos hijau itu membuka tangannya. Polisi menyuruh kernet yang diduga ingin menyuap pergi.

(Klik: Video Dugaan Pungli Polisi)

Elanto kembali mempertanyakan nama polisi tersebut. "Enggak usah cari-cari masalah," jawab polisi itu sambil menuju pos. Ia sempat berhenti. "Saya bisa halus," katanya menunjuk ke arah Elanto.

Elanto tidak mundur. "Aku juga bisa halus, saya juga bisa tegas. Pak siapa namanya?"

Aksi Elanto di Pospol Jokteng berlangsung selama tujuh menit. Videonya sudah tersebar dan ditonton ribuan orang melalui situs YouTube.

Sebelumnya, Elanto membuat heboh karena mengadang konvoi motor gede. Ia menilai konvoi motor gede menggangu masyarakat Yogyakarta, melanggar lalu lintas, dan dikawal polisi.


(TRK)